RADAR SURABAYA – Jawa Timur kembali menegaskan dominasinya sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Prestasi ini sekaligus memperpanjang rekor Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah peserta lolos PTN tertinggi secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur di tingkat nasional.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan para siswa yang terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang kembali diraih oleh pelajar Jawa Timur pada seleksi masuk PTN tahun ini.
“Alhamdulillah, kita bersyukur karena Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (3/6).
Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Borong Prestasi di Asian Student Fashion Week 2026 di Malang
Menurutnya, Jawa Timur tidak hanya menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima melalui jalur SNBP 2026, tetapi juga kembali menduduki posisi teratas untuk jumlah peserta yang lolos melalui jalur SNBT.
“Dengan capaian ini, Jawa Timur mempertahankan posisi tertinggi nasional selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes maupun jalur tes,” katanya.
Puluhan Ribu Siswa Jawa Timur Diterima di PTN
Berdasarkan data SNBP 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur berhasil diterima di berbagai PTN dari total 108.122 pendaftar.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi Dinas Pendidikan Jawa Timur per 31 Mei 2026, jumlah siswa yang lolos melalui jalur SNBT mencapai 24.213 orang.
Jika digabungkan, jumlah siswa Jawa Timur yang berhasil menembus PTN melalui dua jalur seleksi nasional tersebut mencapai lebih dari 53 ribu orang.
Khusus pada jalur SNBT, jumlah peserta yang lolos mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, jumlah siswa Jawa Timur yang diterima melalui SNBT tercatat sebanyak 20.189 orang.
Tahun ini, angka tersebut naik menjadi 24.213 siswa atau bertambah 4.024 siswa, setara dengan peningkatan sebesar 19,9 persen.
Baca Juga: Seru! Hotel Horison Arcadia Ajak Warga Jelajahi Rahasia Kota Lama Surabaya
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa daya saing pelajar Jawa Timur dalam menghadapi seleksi nasional berbasis tes semakin kuat dari tahun ke tahun.
Bukti Kualitas Pendidikan Jawa Timur Terus Meningkat
Khofifah menilai keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Jawa Timur terus mengalami kemajuan.
Menurutnya, berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil yang positif.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Jawa Timur terus meningkat. Semangat Jatim Cerdas yang kita bangun bersama mampu menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu, inklusif, dan berdampak bagi masa depan generasi muda,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan para siswa menembus PTN menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di era global sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Penerima KIP Kuliah Terbanyak Nasional
Tak hanya mencatat jumlah kelulusan tertinggi, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang berhasil lolos SNBP secara nasional.
Dari total 40.213 pendaftar KIP-K asal Jawa Timur, sebanyak 8.915 siswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri.
Menurut Khofifah, capaian ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi bagi siswa dari keluarga kurang mampu semakin terbuka lebar.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jawa Timur semakin terbuka.
Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memastikan tidak ada anak Jawa Timur yang kehilangan kesempatan meraih pendidikan tinggi,” ujarnya.
Sidoarjo Catat Kenaikan Tertinggi, Madura Ikut Melesat
Data Dinas Pendidikan Jawa Timur menunjukkan seluruh cabang dinas pendidikan mengalami peningkatan jumlah siswa yang lolos SNBT pada 2026.
Kenaikan tertinggi terjadi di wilayah Sidoarjo. Jumlah siswa yang diterima melalui SNBT melonjak 100,8 persen, dari 2.265 siswa pada 2025 menjadi 4.548 siswa pada tahun ini.
Sementara itu, wilayah Madura juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Jumlah siswa yang lolos SNBT di Pamekasan meningkat 33,02 persen, Bangkalan 15,5 persen, Sumenep 10 persen, dan Sampang 8,5 persen.
Khofifah menilai peningkatan tersebut merupakan dampak positif dari program “MAMA MAU NAIK KELAS” atau Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas yang selama ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas SDM dan akses pendidikan masyarakat Madura.
Selain itu, sejumlah daerah lain juga mencatat pertumbuhan jumlah siswa yang diterima di PTN melalui jalur SNBT, di antaranya Gresik sebesar 26,6 persen,
Bondowoso 25,6 persen, Kabupaten Pasuruan 24,8 persen, Lamongan 17,13 persen, Kabupaten Malang 16,91 persen, Jember 13,3 persen, dan Bojonegoro 10,12 persen.
Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan pendidikan dan pembangunan SDM di Jawa Timur.
Menurutnya, semakin banyak siswa yang berhasil menembus PTN berkualitas, semakin besar pula peluang daerah untuk mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global.
“Semakin banyak anak Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri, semakin besar peluang kita mencetak SDM unggul, kompetitif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Aries.
Keberhasilan Jawa Timur mempertahankan rekor nasional selama tujuh tahun berturut-turut menunjukkan bahwa provinsi ini tidak hanya unggul dari sisi kuantitas peserta yang lolos PTN,
tetapi juga semakin kuat dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan generasi berprestasi dan berdaya saing tinggi.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan