RADAR SURABAYA - Prestasi pendidikan Jawa Timur (jatim) kembali menunjukkan tren positif. Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 mencatat sebanyak 24.213 calon mahasiswa baru asal Jatim berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 20.189 siswa. Dengan demikian, terdapat tambahan 4.024 siswa yang lolos SNBT atau meningkat sebesar 19,9 persen.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBT terjadi hampir merata di 24 wilayah cabang dinas pendidikan (Cabdindik) se-Jatim.
Baca Juga: Ledakan Diduga Bom Perang Dunia II di Biak Numfor, 2 Orang Tewas dan 4 Hilang
“Alhamdulillah hasil SNBT menunjukkan capaian positif. Terima kasih banyak anak-anak Jatim, bapak ibu guru dan kepala sekolah atas pendampingan intensif kepada para murid. Baik dalam bentuk pendampingan try out yang digelar secara rutin maupun dalam pemetaan peluang penerimaan,” ujarnya, Minggu (31/5).
Wilayah Surabaya-Sidoarjo menjadi daerah dengan lonjakan penerimaan tertinggi. Pada tahun 2026, jumlah siswa yang diterima melalui SNBT mencapai 4.548 orang, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2.265 siswa. Kenaikan tersebut mencapai 100,8 persen.
Selain Surabaya-Sidoarjo, sejumlah daerah lain juga mencatat peningkatan yang cukup signifikan. Pamekasan menempati posisi kedua dengan 286 siswa diterima, naik 33,02 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 215 siswa. Disusul Gresik dengan 1.090 siswa diterima atau meningkat 26,6 persen dari sebelumnya 861 siswa.
Kemudian Bondowoso mencatat 589 siswa diterima atau naik 25,6 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 469 siswa. Sementara Pasuruan mengalami peningkatan 24,8 persen dengan total 755 siswa diterima, dibandingkan 605 siswa pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Cinta dan Welas Asih untuk Perdamaian, Pesan Hari Waisak 2570 TB di Surabaya
Aries menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari strategi pendampingan yang dilakukan Dindik Jatim selama proses seleksi masuk PTN. Berbagai program pembinaan akademik, try out rutin, hingga pemetaan peluang masuk perguruan tinggi terus diperkuat di tingkat sekolah.
Menurutnya, minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri juga semakin meningkat seiring kebutuhan dunia kerja yang menuntut kompetensi dan spesialisasi yang lebih tinggi.
“Setelah kemarin banyak yang lolos di jalur SNBP, sekarang banyak murid kita yang lolos juga di jalur SNBT. Capaian ini merupakan hasil kerja keras para murid, guru dan kepala sekolah yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada mereka agar bisa lolos masuk PTN,” katanya.
Aries juga menyoroti peningkatan capaian di wilayah Madura. Pamekasan menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Surabaya-Sidoarjo. Selain itu, Bangkalan mencatat kenaikan 15,5 persen, Sumenep meningkat 10 persen, dan Sampang naik 8,5 persen.
Baca Juga: Kebakaran Ruko di Sidoyoso Surabaya, Pemilik Toko Meninggal Terjebak di Lantai Dua
Menurutnya, hasil tersebut merupakan dampak positif dari program Mama Mau Naik Kelas (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) yang dijalankan Dindik Jatim selama satu tahun terakhir.
Melalui program tersebut, Dindik Jatim menunjuk 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan, melakukan pemetaan potensi siswa untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), memperkuat materi akademik persiapan UTBK, hingga menggelar asesmen dan try out secara berkala disertai evaluasi hasil.
“Alhamdulillah sekali, akselerasi program ini selama setahun menghasilkan capaian yang luar biasa bagi Madura. Ini menunjukkan bahwa penguatan pendidikan melalui program Mama Mau Naik Kelas menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan akses murid masuk perguruan tinggi negeri,” tegasnya.
Tidak hanya mencatat peningkatan jumlah siswa yang diterima, Jatim juga mendominasi penerimaan mahasiswa baru di sejumlah PTN favorit. Di Universitas Airlangga, sebanyak 1.546 siswa asal Jatim diterima atau mencapai 55,79 persen dari total mahasiswa baru jalur SNBT.
Baca Juga: Viral! Pemerasan Terhadap Sopir Truk di Perak Barat Surabaya, Minta Uang untuk Beli Arak
Sementara di Universitas Negeri Surabaya, jumlah siswa Jatim yang diterima mencapai 6.527 orang atau sebesar 78,7 persen. Di Universitas Brawijaya, sebanyak 2.621 siswa asal Jatim diterima dan menjadi yang terbanyak dibandingkan provinsi lain.
Dominasi serupa terlihat di UIN Sunan Ampel Surabaya dengan 1.601 siswa Jatim diterima atau mencapai 92,9 persen. Kemudian di Universitas Trunojoyo Madura sebanyak 2.004 siswa asal Jatim diterima, sedangkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jumlah siswa yang lolos SNBT mencapai 1.177 orang atau 47,69 persen.
Sebelumnya, Jatim juga mencatat prestasi sebagai provinsi dengan jumlah siswa diterima terbanyak melalui jalur SNBP selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026. Pada SNBP 2026, sebanyak 29.046 siswa Jatim diterima dari total 108.122 pendaftar, mengungguli Jawa Barat yang mencatat 18.365 siswa diterima dan Jawa Tengah dengan 16.326 siswa diterima.
Capaian tersebut semakin menegaskan posisi Jatim sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam menghasilkan lulusan pendidikan menengah yang mampu bersaing masuk perguruan tinggi negeri favorit di tingkat nasional. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto