Usai Salat Idul Adha, Khofifah dan Emil Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo dan Belgian Blue Seberat Satu Ton

Mus Purmadani • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 22:49 WIB
JUMBO: Gubernur Jatim Khofifah dan Wagub Jatim usai Salat Idul Adha menyerahkan sapi kurban dan juga sapi Presiden Prabowo. (IST/RADAR SURABAYA)
JUMBO: Gubernur Jatim Khofifah dan Wagub Jatim usai Salat Idul Adha menyerahkan sapi kurban dan juga sapi Presiden Prabowo. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak melaksanakan Salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (27/5). Dalam kesem0atan tersebut juga menyerahkan sapi kurban Presiden Prabowo. 

Salat Idul Adha dimulai tepat pukul 06.08 dengan imam salat yakni Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, KH Abdul Hamid Abdullah. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, mengusung tema Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul.

Dalam sambutannya, Khofifah mengajak umat Islam meneladani nilai keimanan, ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Menurutnya, Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum penuh makna tentang kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT.

Baca Juga: Diduga Cabuli Puluhan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Pekalongan Ditangkap

“Keimanan dan ketakwaan yang diteladankan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan bentuk kepatuhan total kepada perintah Allah SWT. Keduanya memberikan pelajaran tentang ketakwaan, keikhlasan, serta pengorbanan dalam menjalankan perintah-Nya,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam Al-Qur’an menunjukkan tingkat kesabaran dan kepatuhan luar biasa terhadap kehendak Allah SWT. Nabi Ibrahim AS rela mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan, sementara Nabi Ismail AS menerima ketetapan tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Baca Juga: Antisipasi Wabah Ebola, Meksiko Perketat Protokol Kesehatan Jelang Piala Dunia 2026

“Idul Adha menghadirkan dua sosok luar biasa. Nabi Ibrahim AS memperlihatkan ketegaran seorang ayah sekaligus ketaatan seorang hamba. Sedangkan Nabi Ismail AS menunjukkan kesabaran, keikhlasan, dan keridhaan dalam menerima ketetapan Allah SWT,” katanya.

Khofifah menambahkan, keteladanan Nabi Ibrahim AS mengajarkan arti cinta sejati yang tidak melampaui cinta kepada Allah SWT. Sementara Nabi Ismail AS mengajarkan makna kesabaran dan kerelaan dalam menghadapi ujian kehidupan.

“Nabi Ibrahim AS mengajarkan kepada kita arti sejati dari cinta yang tidak melampaui cinta kepada Allah SWT. Nabi Ismail AS mengajarkan kepada kita makna kesabaran, keikhlasan, dan ridha dalam menerima takdir,” ungkapnya.

Baca Juga: Dana Operasional Program MBG di Jatim Tembus Rp 7 Triliun

Di hadapan puluhan ribu jamaah yang memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyalurkan hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pada momentum Idul Adha tersebut, Khofifah turut mengajak seluruh jamaah mendoakan masyarakat Indonesia yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci agar diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

“Kita doakan saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan hajjah mabruroh,” katanya.

Baca Juga: Pemprov Jatim Segera Isi Jabatan Eselon II Definitif untuk Maksimalkan Kinerja

Usai pelaksanaan Salat Idul Adha, Khofifah menyerahkan secara simbolis sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto kepada Ketua Badan Pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, KH M. Sudjak.

Sapi kurban Presiden Prabowo berjenis Peranakan Ongole (PO) berusia enam tahun dengan tinggi 155,5 sentimeter, panjang badan 174 sentimeter, dan berat mencapai 1,1 ton. Hewan kurban tersebut merupakan hasil ternak milik Akhmad Ritaudin, warga Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Khofifah menjelaskan, sapi Peranakan Ongole merupakan plasma nutfah asli Indonesia yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap iklim panas serta tahan terhadap penyakit.

Baca Juga: Posko SPMB Surabaya Diserbu, Orang Tua Murid Paling Banyak Tanyakan Validasi Domisili hingga Jalur Masuk

“Sapi peranakan ongole ini merupakan sumber daya genetik hewan asli Indonesia dengan keunggulan sangat adaptif terhadap kondisi lingkungan panas, pakan limbah pertanian, dan memiliki daya tahan terhadap penyakit,” jelasnya.

Selain menyerahkan sapi kurban Presiden, Khofifah juga menyerahkan sapi kurban miliknya kepada Sekretaris Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, H. Helmy Noor. Hewan kurban tersebut berjenis Belgian Blue dengan bobot satu ton dan usia empat tahun.

Sapi Belgian Blue itu berasal dari peternak Faisal Efendi, warga Desa Wates Negoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Khofifah menyebut jenis sapi tersebut memiliki karakteristik otot ganda atau double muscles yang membuat produksi dagingnya lebih padat dan rendah lemak.

Baca Juga: Falsafah Moh Limo Diajarkan Sunan Ampel lalu Disebarluaskan Para Santrinya ke Seluruh Nusantara

“Sapi ini memiliki ciri khas tubuh yang padat dengan otot bertumpuk atau yang dikenal sebagai double muscles yang tidak dimiliki bangsa sapi lain. Tingkat pertumbuhannya cepat dan produksi dagingnya lebih padat serta rendah lemak,” terangnya.

Sementara itu, hewan kurban Wakil Gubernur Emil Dardak diserahkan kepada Takmir Masjid Islamic Center Surabaya, sedangkan hewan kurban Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur diserahkan kepada Takmir Masjid Nasional Baitul Hamdi.

Tahun ini, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyembelih sebanyak 23 ekor sapi dan 49 ekor kambing. Proses penyembelihan dan distribusi daging kurban dijadwalkan dilakukan sehari setelah pelaksanaan salat Idul Adha.

Baca Juga: Gali Potensi Siswa lewat Expression of Art, Puluhan Siswa SMP Negeri 18 Surabaya 

Khofifah menyebut stok hewan kurban di Jawa Timur pada Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman, sehat, dan mencukupi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menyiagakan sekitar 5.000 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban yang terdiri dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi.

“Alhamdulillah di Idul Adha 1447 Hijriah ini stok hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, aman, dan sehat. Dari berbagai kunjungan kami ke sentra peternakan, seluruhnya sudah dilakukan vaksinasi, biosecurity, dan pengobatan ternak,” tegasnya.

Berdasarkan data Pemprov Jatim, total pemotongan hewan kurban di Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai 397.336 ekor, terdiri atas 65.627 sapi, 277.127 kambing, 54.574 domba, dan delapan kerbau. Sedangkan proyeksi kebutuhan ternak kurban tahun 2026 diperkirakan mencapai 427.060 ekor.

Baca Juga: Mahasiswa FKH Unair Turun Awasi Hewan Kurban, Cegah Daging Tak Layak Konsumsi

Khofifah juga mengungkapkan tren penjualan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, perkembangan ekosistem digital turut membantu para peternak dalam memasarkan hewan kurban kepada masyarakat.

“Yang cukup membahagiakan, rata-rata peternak menyampaikan penjualannya jauh lebih signifikan dibanding tahun lalu. Artinya semangat beribadah masyarakat Jawa Timur luar biasa, dan peternak juga sudah sangat adaptif karena banyak yang menjual secara digital,” pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
wagub gubernur kurban sapi Presiden Prabowo