Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Harga Telur Ayam Anjlok, Pemprov Jatim Andalkan MBG dan Pasar Ekspor Jepang

Mus Purmadani • Senin, 25 Mei 2026 | 22:12 WIB
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani.

RADAR SURABAYA – Harga telur ayam di tingkat peternak Jawa Timur mengalami penurunan tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Melimpahnya produksi telur yang tidak diimbangi penyerapan pasar membuat harga telur jatuh hingga di bawah harga pokok produksi (HPP).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun bergerak cepat dengan mendorong penyerapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta membuka peluang ekspor ke sejumlah negara, termasuk Jepang.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, mengatakan Jawa Timur merupakan daerah dengan populasi unggas terbesar di Indonesia,

baik ayam broiler maupun ayam petelur. Kondisi itu membuat produksi telur di Jawa Timur selama ini selalu surplus.

Baca Juga: Fenomena Langka: Matahari Tepat di Atas Ka'bah Bertepatan Hari Arafah 2026

“Unggas di Jawa Timur memang terbesar populasinya, baik broiler maupun petelur. Jawa Timur selalu surplus produksi,” ujar Indyah, Senin (25/5).

Menurutnya, anjloknya harga telur dipicu lemahnya daya serap pasar di tengah tingginya produksi peternak.

Bahkan, kondisi tersebut sempat memicu gejolak di sejumlah sentra peternakan ayam petelur, salah satunya di Kabupaten Magetan.

“Harga telur memang sedang turun. Bahkan ada peternak yang sampai membagikan telur secara gratis karena stok menumpuk,” katanya.

Indyah menjelaskan, sebelumnya banyak peternak meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi kebutuhan hari raya dan program MBG.

Namun, peningkatan permintaan yang diharapkan ternyata tidak sesuai prediksi.

“Peternak sudah telanjur meningkatkan produksi karena mengantisipasi MBG dan kebutuhan hari raya. Namun, realisasi penyerapan ternyata belum maksimal,” jelasnya.

Untuk menstabilkan harga telur ayam, Pemprov Jawa Timur bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian mendorong peningkatan penyerapan telur melalui program MBG.

Baca Juga: Haji 2026: Jelang Armuzna, Jemaah Haji Risti Embarkasi Surabaya Jadi Perhatian Khusus

 Salah satu langkah yang disiapkan ialah menambah menu telur dalam setiap porsi makanan yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kami sudah berkomitmen agar SPPG menambah menu telur untuk membantu menyerap produksi peternak,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau meningkatkan konsumsi protein hewani dengan membeli telur ayam lokal agar stok di tingkat peternak cepat terserap pasar.

Di sisi lain, peternak juga menghadapi tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak. Saat ini harga jagung berada di kisaran Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram.

Menurut Indyah, komponen jagung menyumbang sekitar 50 hingga 60 persen biaya produksi pakan ayam.

Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan subsidi jagung melalui Bulog dan Bapanas agar peternak bisa mendapatkan jagung dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram melalui koperasi peternak.

Tak hanya fokus pada pasar domestik, Pemprov Jatim juga mulai memperluas pasar ekspor produk peternakan guna mengurangi ketergantungan terhadap pasar dalam negeri yang dinilai mulai jenuh.

Saat ini penjajakan ekspor dilakukan dengan sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Timor Leste, hingga Jepang.

Jepang bahkan disebut telah melakukan analisis risiko dan menunjukkan ketertarikan terhadap produk telur serta frozen meat ayam asal Jawa Timur. 

“Jepang tertarik mengambil telur dan frozen meat ayam dari Jawa Timur. Ini bentuk komitmen kami mencarikan pasar agar produksi dalam negeri tidak jenuh,” ujarnya.

Pemerintah berharap langkah peningkatan penyerapan pasar, subsidi pakan, hingga pembukaan pasar ekspor dapat membantu menstabilkan harga telur ayam dan menjaga keberlangsungan usaha peternak di Jawa Timur.(mus) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#indya aryani #Mbg #harga telur #Makan Bergizi Gratis