RADAR SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim), Cahyo Harjo Prakoso mengajak mahasiswa memahami pentingnya keterkaitan antara ekonomi dan politik dalam pembangunan bangsa. Menurut dia, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai aktor intelektual yang akan menentukan arah masa depan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Cahyo saat menjadi narasumber dalam kegiatan Economic Politic Talk bertema Dinamika Ekonomi dan Politik dalam Kebijakan Publik sebagai Tantangan dan Peluang Generasi Muda yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya di Auditorium Unesa, Rabu (20/5).
“Teman-teman ini memiliki posisi yang sangat strategis sebagai aktor intelektual muda pembangunan bangsa di masa depan. Karena ekonomi adalah salah satu pondasi utama pembangunan bangsa,” kata Cahyo.
Baca Juga: Bursa Transfer: Jarrod Bowen Jadi Rebutan Manchester United, Liverpool, dan Chelsea
Dalam forum yang dihadiri mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut, Cahyo menjelaskan bahwa ekonomi menjadi instrumen penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa. Namun, menurut dia, pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari stabilitas politik dan kualitas demokrasi.
“Ekonomi adalah salah satu instrumen kita untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemerdekaan yang utuh bagi masyarakat Indonesia,” ujar Ketua DPC Gerindra Surabaya tersebut.
Baca Juga: Pastikan Kebakaran RSUD Dr Soetomo Tak Ganggu Akreditasi, Pemprov Jatim Siapkan Pemulihan Total
Cahyo juga menyoroti pentingnya literasi politik di kalangan mahasiswa, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat. Dia menilai mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan objektif dalam menyikapi berbagai dinamika politik yang berkembang di masyarakat.
“Kita menghadapi tantangan besar di era disrupsi teknologi dan derasnya arus informasi. Mahasiswa harus mampu memilah mana peristiwa politik yang baik dan mana yang tidak baik,” tuturnya.
Politisi muda itu menegaskan bahwa politik tidak semata-mata dimaknai sebagai agenda pemilu atau perebutan kekuasaan. Menurut dia, politik merupakan ruang demokrasi bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan sekaligus menjaga arah pembangunan negara, khususnya di sektor ekonomi.
“Sejatinya politik bukan hanya soal pemilu atau pergantian kepemimpinan. Politik adalah ruang masyarakat menyampaikan gagasan dan menjaga arah pembangunan negara, khususnya sektor ekonomi,” tegasnya.
Baca Juga: Komisi C DPRD Jatim Minta Bentuk Biro Khusus BUMD, Ini Tujuannya
Dalam kesempatan tersebut, Cahyo juga mengutip pemikiran Presiden pertama RI, Soekarno, mengenai pentingnya berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Dia menilai nilai-nilai tersebut masih relevan menjadi pijakan generasi muda dalam menghadapi tantangan global saat ini.
“Ekonomi dan politik adalah dua hal yang saling berkaitan. Karena itu harus dijaga dengan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar,” katanya.
Baca Juga: Dindik Jatim Jamin Guru Honorer Tetap Bisa Mengajar
Cahyo berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika kebijakan publik, tetapi juga aktif menghadirkan gagasan, solusi, dan inovasi bagi pembangunan bangsa. Dia menilai generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan arah Indonesia di masa depan.
“Mahasiswa harus berani hadir membawa solusi, gagasan, dan inovasi untuk masa depan bangsa. Jangan sampai generasi muda hanya menjadi konsumen informasi tanpa ikut menentukan arah perubahan,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto