Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kemendikdasmen Lepas 3.000 Lulusan SMK dan 600 dari LPK di Jatim Kerja ke Luar Negeri

Mus Purmadani • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:06 WIB
SELAMAT: Sebanyak 3.000 siswa lulusan SMK dan 600 Lulusan LPK akan bekerja ke luar negeri melalui program Kemendikdasmen.(IST/RADAR SURABAYA)
SELAMAT: Sebanyak 3.000 siswa lulusan SMK dan 600 Lulusan LPK akan bekerja ke luar negeri melalui program Kemendikdasmen.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pendidikan vokasi guna mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional. Salah satu langkah strategis yang kini resmi dijalankan adalah program Kelas Keberkerjaan Luar Negeri SMK 3+1.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin menegaskan bahwa program tersebut merupakan terobosan konkret pemerintah untuk memperkuat kesiapan lulusan SMK menghadapi dunia kerja global.

Hal itu disampaikan Tatang saat pelepasan 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang akan bekerja di berbagai negara.

Baca Juga: Dindik Jatim Jamin Guru Honorer Tetap Bisa Mengajar

“Melalui Keputusan Menteri Nomor 64 Tahun 2026, Kemendikdasmen resmi mengimplementasikan pola SMK 3+1. Ini adalah terobosan strategis berkelanjutan dari Ditjen Pendidikan Vokasi untuk memperkuat kesiapan kerja transisi dari sekolah ke dunia kerja, baik jalur formal maupun nonformal,” ujar Tatang, Rabu (20/5). 

Ia menjelaskan, pola SMK 3+1 dirancang dengan sistem tiga tahun pendidikan reguler di sekolah dan satu tahun tambahan khusus untuk penguatan kesiapan kerja. Dalam masa penguatan tersebut, siswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis sesuai standar global, tetapi juga berbagai kompetensi penunjang yang dibutuhkan untuk bekerja di luar negeri.

Baca Juga: Pelaku Penggelapan Motor Ini Ngaku Delapan Kali Beraksi di Surabaya, Polisi Kejar Penadah

Menurutnya, para peserta mendapatkan pelatihan bahasa asing, pemahaman budaya kerja internasional, regulasi hukum negara tujuan, hingga edukasi menyeluruh terkait perlindungan pekerja migran Indonesia.

“Pada tahap penguatan tersebut, mereka tidak hanya dibekali keterampilan teknis berstandar global, tetapi juga penguasaan bahasa asing, pengenalan budaya kerja internasional, regulasi hukum di negara tujuan, hingga pemahaman komprehensif mengenai perlindungan pekerja migran,” jelasnya.

Baca Juga: Diusir dari Rumahnya, Nenek Elina Mengaku Trauma Dalam Persidangan di PN Surabaya

Tatang menilai program ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan pentingnya pembangunan SDM kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global. Selain itu, program tersebut juga mempercepat implementasi kebijakan link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri internasional.

Dalam kesempatan itu, Tatang juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai konsisten mendorong kemajuan pendidikan vokasi. Jawa Timur disebut berhasil menunjukkan prestasi membanggakan, termasuk meraih hattrick juara umum dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional.

Baca Juga: Tambah Satu Jemaah Wafat di Makkah, Salat Gaib Digelar di Asrama Haji Surabaya

Tak hanya itu, Jawa Timur juga dinilai aktif mengirimkan talenta-talenta terbaiknya ke ajang internasional World Skills Competition.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Provinsi Jawa Timur yang terus menunjukkan komitmen luar biasa dalam memajukan pendidikan vokasi,” katanya.

Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Kini Jadi Mata Uang Terlemah Kelima di Dunia 

Sebanyak 3.600 lulusan yang dilepas terdiri atas 3.000 alumni dari 411 SMK dan 600 alumni dari 30 lembaga kursus dan pelatihan. Mereka dipersiapkan untuk bekerja di berbagai sektor strategis seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, hingga jasa lainnya di luar negeri.

Kepada para lulusan, Tatang berpesan agar menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri. Ia menekankan pentingnya etos kerja keras, disiplin, kejujuran, dan profesionalisme.

Baca Juga: Tambah Satu Jemaah Wafat di Makkah, Salat Gaib Digelar di Asrama Haji Surabaya

“Ke mana pun melangkah baik di sektor hospitality, kesehatan, manufaktur, maupun jasa lainnya, bawalah nama baik Indonesia dengan etos kerja keras, disiplin, kejujuran, dan profesionalisme yang tinggi,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para lulusan bukan hanya pekerja migran biasa, melainkan representasi bangsa Indonesia di mata dunia.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gandeng Sekolah Swasta, Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

“Ingatlah senantiasa, di luar negeri Anda bukan sekadar bekerja, melainkan mengemban amanah sebagai duta bangsa,” pungkasnya. (mus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#kerja ke luar negeri #cara #kemendikdasmen #Berita Pendidikan Terbaru #lulusan smk