RADAR SURABAYA – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memberikan komitmen tegas terkait distribusi air suci dari Tanah Suci.
Jemaah haji yang menunda atau batal berangkat ke Tanah Suci dipastikan tidak akan menerima jatah air zamzam.
Ketentuan ini tetap berlaku meski jemaah yang bersangkutan telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).
Alasan utamanya adalah karena jemaah tersebut secara teknis belum melaksanakan ibadah haji.
Alasan Jemaah Batal Berangkat Tak Dapat Air Zamzam
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, menegaskan bahwa aturan ini tidak memandang alasan pembatalan.
Baca Juga: Taman Rusak dan Sampah Berserakan Usai Surabaya Vaganza, DLH Bersih-Bersih Semalaman
Baik karena faktor kesehatan, kehamilan, hingga jemaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatan, semuanya tidak berhak atas jatah air zamzam.
"Iya, mereka belum berhaji, ya, tidak dapat zamzam. Yang dapat zamzam adalah yang benar-benar berangkat ke Tanah Suci," ujar Anam saat memberikan keterangan pada Minggu (17/5).
Pengecualian bagi Jemaah yang Wafat di Tanah Suci
Meskipun aturan tersebut ketat, terdapat pengecualian khusus bagi jemaah yang sudah sempat terbang dan berada di Arab Saudi namun meninggal dunia di sana.
Anam menjelaskan bahwa bagi jemaah yang wafat di Mekkah atau Madinah, jatah air zamzam tetap akan diberikan.
"Nanti airnya dikirimkan bersamaan dengan tas dan koper yang mereka bawa saat berangkat untuk diserahkan kepada ahli waris," tambahnya.
Kuota Air Zamzam Embarkasi Surabaya
Pihak maskapai juga telah mengonfirmasi kesiapan stok air untuk musim haji tahun ini. Manajer Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, menyebutkan bahwa pasokan air zamzam telah disiapkan sesuai kuota jemaah haji Embarkasi Surabaya.
Baca Juga: Yamaha STSJ Gelar "Ride n Chill", Tandai Persiapan Yamaha Classy Modifest 2026 di Surabaya
Sebanyak 44.080 galon air zamzam disiapkan untuk:
- Jemaah haji asal Jawa Timur.
- Jemaah haji asal Bali.
- Jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Petugas haji yang mendampingi kloter.
"Terkait jemaah yang menunda atau batal berangkat, kami tidak menyiapkan jatahnya. Namun, jika sudah berangkat lalu meninggal di Madinah maupun Mekkah, jatahnya tetap kami siapkan," tegas Yusuf.
Mekanisme Pembagian Air Zamzam 5 Liter
Sesuai prosedur operasional standar, setiap jemaah akan mendapatkan air zamzam sebanyak lima liter.
Pembagian ini tidak dilakukan di Arab Saudi, melainkan saat jemaah tiba kembali di tanah air atau fase debarkasi.
Proses pengambilan air suci ini akan dilakukan bersamaan dengan pengambilan barang bawaan dan koper besar di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan jemaah agar tidak perlu membawa beban tambahan selama penerbangan dari Arab Saudi. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan