Baca Juga: Kakak-Adik Balita di Surabaya Terkunci di Kamar Mandi, Kok Bisa?
Melalui rehabilitasi dan revitalisasi ini, Gubernur Khofifah membuktikan komitmen untuk terus meningkatan kualitas layanan sekaligus mentransformasi pendidikan dengan melakukan rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK, dan SLB Negeri/Swasta di Jawa Timur.
Cakupan program rehabilitasi SMA meliputi ruang kelas, toilet, ruang administrasi, laboratorium biologi, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan perpustakaan.
Sedangkan untuk SMK meliputi pembangunan ruang praktik siswa, pembangunan ruang kelas baru, UKS, toilet, ruang komputer, ruang BK, ruang OSIS dan laboratorium IPA.
Baca Juga: RSUD Dr. Soetomo Surabaya Pastikan Layanan Normal Pascakebakaran Gedung Jantung
Selain itu SLB mencakup rehabilitasi ruang kelas, ruang ketrampilan, toilet, perpustakaan, ruang baru dan tempat ibadah.
“Perhatian kita terhadap dunia pendidikan tidak setengah-setengah. Tetapi melihat perkembangan pendidikan nyata terkait mutu dan kualitas siswa Jawa Timur harus belajar di ruang yang aman, sehat sehingga memuliakan martabat mereka sebagai generasi penerus bangsa,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, momentum revitalisasi dan rehabilitasi bukan sekadar seremoni peresmian sarana dan prasarana, melainkan penegasan komitmen bersama bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
"Revitalisasi sekolah bukan sekadar mengecat dinding yang kusam, memperbaiki gedung, atau mengganti fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, revitalisasi adalah ikhtiar menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Jawa Timur," jelasnya.
Melalui program revitalisasi dan rehabilitasi, Khofifah berharap pendidikan menjadi solusi utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun peradaban bangsa.
"Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pendidikan sejatinya bukanlah biaya belanja, melainkan investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita," pungkasnya.
Baca Juga: Viral Isu Pengangkatan Rahim Gara-Gara Dihamili Pejabat, Ini Klarifikasi Ayu Aulia
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai menambahkan, revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana di SMK, SMA dan SLB merupakan komitmen pemerintah karena pendidikan mendapat perhatian serius untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang semakin baik.
"Bukan sekadar memperbaiki fisik melainkan komitmen membangun ekosistem pendidikan berkualitas. Setiap tahun harus tersentuh dan ditingkatkan sarana prasarana agar mereka semangat belajar serta menumbuhkan karakter siswa yang produktif," tandasnya.
Hal senada disampaikan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendukung sinergi pendidikan pemerintah pusat, provinsi dan seluruh pemangku kepentingan.
"Memperkuat kolaborasi dan mencapai pendidikan advokasi yang berdaya saing sehingga mendukung pembangunan daerah secara keseluruhan," tutupnya.
Baca Juga: Polisi Tembak Mati Bandit Penembak Bripka Arya Supena
Turut dilakukan penandatanganan prasasti SMK, SMA dan SLB negeri dan swasta di tiga kabupaten dilanjutkan penyerahan bantuan biaya pendidikan kepada 30 siswa siswi pelajar SMA/SMK Kabupaten Trenggalek, Pacitan dan Tulungagung oleh Gubernur Khofifah didampingi Plt Bupati Tulungagung serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. (*)
Editor : Nurista Purnamasari