Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tertinggi Kedua di Indonesia, Angka Penduduk Lansia di Jatim Meningkat

Mus Purmadani • Kamis, 7 Mei 2026 | 18:07 WIB
PENDATAAN: Plt Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, menyatakan angka penduduk lansia di Jatim tertinggi kedua di Indonesia. (IST/RADAR SURABAYA)
PENDATAAN: Plt Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, menyatakan angka penduduk lansia di Jatim tertinggi kedua di Indonesia. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Provinsi Jatim (Jatim) kini resmi memasuki fase ageing population atau struktur penduduk menua. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat persentase penduduk lanjut usia (lansia) di Jatim telah mencapai 15,45 persen, tertinggi kedua di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, mengatakan kondisi tersebut menjadi penanda kuat bahwa transisi demografi di Jatim terus bergerak menuju dominasi kelompok usia tua.

“Provinsi Jatim telah berada pada fase ageing population dengan persentase penduduk lanjut usia sebesar 15,45 persen. Jatim merupakan provinsi dengan persentase penduduk lanjut usia tertinggi kedua di Indonesia,” ujarnya, Kamis (7/5). 

Baca Juga: Dianggap Jalan Sendiri-Sendiri, DPRD Jatim Dorong Pergub untuk Sinergikan BUMD

Selain meningkatnya jumlah lansia, laju pertumbuhan penduduk di Jatim juga cenderung melambat. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 0,73 persen per tahun dengan rasio ketergantungan mencapai 44,35.

Menurut Herum, perlambatan tersebut dipengaruhi menurunnya angka kelahiran di Jatim. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025, Total Fertility Rate (TFR) Jatim berada di angka 1,95.

Baca Juga: SITS Jadi Mata Kota, Pemkot Surabaya Percepat Transformasi Smart City

“Angka Kelahiran Total atau TFR Provinsi Jatim terus menunjukkan penurunan. TFR hasil Supas 2025 sebesar 1,95 menunjukkan angka fertilitas yang rendah dan mempertegas transisi kependudukan menuju struktur penduduk menua,” jelasnya.

Angka TFR di bawah level penggantian penduduk menunjukkan rata-rata perempuan di Jatim melahirkan kurang dari dua anak sepanjang masa reproduksinya. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada komposisi usia produktif dan kebutuhan layanan sosial di masa mendatang.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Hotline Lapor Cak Eri Bisa Dipantau Real Time

Meski demikian, BPS mencatat adanya perkembangan positif pada sektor kesehatan. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) di Jatim terus mengalami penurunan.

“Angka Kematian Bayi terus menurun dan kini mencapai 11,84 per 1.000 kelahiran hidup,” kata Herum.

Baca Juga: BPOM Tarik 11 Kosmetik Berbahaya, Ada Brand Sejuta Umat

Penurunan angka kematian bayi tersebut dinilai menjadi indikator membaiknya layanan kesehatan ibu dan anak di Jatim.

Di sisi lain, mobilitas penduduk di Jatim juga cukup tinggi. Sebagian besar kabupaten/kota di Jatim tercatat menjadi daerah tujuan migrasi. Hal itu terlihat dari angka migrasi risen neto yang mayoritas bernilai positif.

Baca Juga: Haji 2026: Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Langsung Kenakan Ihram, Arab Saudi Sebut Jatim Terbaik

“Sebagian besar kabupaten kota di Provinsi Jatim merupakan daerah tujuan migrasi yang ditunjukkan dengan angka migrasi risen neto positif,” ujarnya.

Namun demikian, BPS juga mencatat masih ada delapan kabupaten kota yang mengalami migrasi risen neto negatif, atau jumlah penduduk keluar lebih besar dibanding yang masuk.

Baca Juga: Semua TPS di Surabaya Kini Dipantau CCTV, DLH Awasi Pergerakan Sampah Secara Real Time

Herum menegaskan, kondisi ageing population harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, peningkatan jumlah lansia akan berdampak langsung pada kebutuhan layanan kesehatan, jaminan sosial, hingga penyediaan lapangan kerja produktif.

“Fenomena ini perlu diantisipasi sejak dini agar bonus demografi yang dimiliki Jatim tetap bisa dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#angka lansia #BPS Jatim #sensus penduduk #pendataan penduduk #di jatim