Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kabar Baik untuk UMKM! Gubernur Khofifah Sebut Bunga KUR Bank Jatim 5,99 Persen Jadi Harapan Baru

Mus Purmadani • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:47 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa. (Biro Adpim Pemprov Jatim)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa. (Biro Adpim Pemprov Jatim)

RADAR SURABAYA – Khofifah Indar Parawansa meminta Bank Jatim terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya di Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Bank Jatim di Surabaya, Rabu (6/5).

Menurut Khofifah, Bank Jatim memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Khofifah.

Baca Juga: Gelar RUPST, Bank Jatim Setujui Pembagian Dividen Rp 850 Miliar dan Angkat Pengurus Baru

Ia menjelaskan, Jawa Timur pada 2025 menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua nasional dengan kontribusi 14,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan 25,29 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa.

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur juga tercatat lebih tinggi dibandingkan nasional.

Pada 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,85 persen secara tahunan atau year on year (yoy), sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,39 persen. Bahkan, pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,96 persen.

Bank Jatim Dinilai Punya Peran Strategis

Khofifah menilai capaian tersebut tidak lepas dari dukungan sistem keuangan daerah yang kuat dan adaptif.

 Dalam hal ini, Bank Jatim disebut memiliki peran penting sebagai penghubung antara program pemerintah dan sektor riil masyarakat.

Menurutnya, Bank Jatim bukan hanya menjalankan fungsi intermediasi perbankan, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi daerah melalui penyaluran likuiditas dan dukungan pembiayaan produktif.

“Bank Jatim bukan sekadar lembaga intermediasi, tetapi motor penggerak ekonomi daerah yang memiliki peran langsung dalam memperkuat sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif,” katanya.

Baca Juga: Luncurkan New JConnect, Bank Jatim Target 2 Juta Pengguna, Sasar Pekerja Migran Indonesia

Khofifah juga menyoroti posisi strategis Bank Jatim dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). Saat ini, Bank Jatim menaungi lima bank daerah, yakni Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Sulawesi Tenggara, Bank Lampung, dan Bank Banten.

Penurunan Bunga KUR Jadi Harapan Baru UMKM

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengapresiasi langkah Bank Jatim yang menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 5,99 persen.

Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi stimulus positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia meminta seluruh kepala cabang Bank Jatim di berbagai daerah lebih proaktif dalam menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.

“Saya minta seluruh kepala cabang Bank Jatim di daerah proaktif karena bunga 5,99 persen ini merupakan kabar baik dan harapan baru bagi pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Khofifah berharap, kebijakan tersebut mampu memperluas akses pembiayaan produktif sehingga dapat memperkuat daya saing UMKM sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap stabil di tengah tantangan global.(mus) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#KUR 5 #99 Persen #UMKM Jawa Timur #bank jatim #khofifah indar parawansa