RADAR SURABAYA - Kawasan wisata Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendadak mencekam pada Selasa (5/5) dini hari.
Rombongan wisatawan asal Surabaya yang berjumlah sekitar 55 orang menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok massa.
Insiden ini menyebabkan enam orang luka-luka, enam kendaraan roda empat rusak, serta sejumlah barang pribadi hilang.
Baca Juga: Geger Pemuda di Gayungan Surabaya Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar, Lukai Diri dengan Sajam
Kronologi Kejadian
Salah satu korban, Mochamad Rafli Rahadi, menjelaskan bahwa rombongan berangkat dari Surabaya menuju sebuah vila di kawasan Pantai Wediawu pada Senin (4/5) malam.
Mereka beraktivitas layaknya wisatawan, termasuk mengundang disc jockey (DJ) untuk memutar musik.
“Awalnya tidak ada niat memutar lagu yang berkaitan dengan rivalitas suporter. Namun, aktivitas itu diduga terekam dan videonya tersebar di media sosial. Sekitar pukul 03.00 WIB, sekelompok orang datang dan situasi jadi tidak kondusif,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Menurut Rafli, sekitar 200 orang mengepung vila dan melakukan penyerangan.
“Ada yang dipukul tangan kosong, ada yang pakai kayu, bahkan sempat terlihat membawa sajam. Penyerangan berlangsung hingga pukul 04.00 WIB, beberapa teman luka-luka,” tambahnya.
Korban lain, Lukman Abidin, menuturkan bahwa para pelaku juga melempari batu ke arah rombongan.
Baca Juga: Tawuran Remaja di Cipinang Berujung Tragis, Warga Tewas Tertemper KRL Saat Coba Meleraikan
“Barang-barang kami sebagian hilang, seperti HP, sepatu, dan dompet. Enam mobil dirusak, termasuk dua Elf, satu mobil travel, dan mobil pribadi,” katanya.
Dampak dan Kerugian
Akibat insiden ini, enam wisatawan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Selain itu, enam kendaraan rusak parah, termasuk mobil pribadi dan kendaraan travel.
Sejumlah barang milik korban juga dilaporkan hilang. Situasi ini membuat para wisatawan harus dievakuasi ke Polres Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum dipulangkan.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan pihaknya segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan.
“Petugas sudah mendatangi TKP untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi. Sejumlah barang bukti berupa balok kayu, batu, serta botol minuman keras yang diduga digunakan saat kejadian sudah diamankan,” jelasnya.
Bambang menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi secara utuh.
Baca Juga: Sah! Syaifuddin Zuhri Resmi Jabat Ketua DPRD Surabaya, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Polisi menduga insiden ini dipicu oleh video musik yang viral di media sosial, yang disalahartikan sebagai bentuk provokasi antar kelompok suporter.
Namun, pihak korban menegaskan bahwa acara tersebut murni kegiatan wisata tanpa unsur rivalitas. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari