RADAR SURABAYA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Politeknik LPP terus memperkuat komitmen dalam mendorong kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan praktik pengolahan produk bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo.
Baca Juga: HGI City Cup 2026 Surabaya Fest, Ubah Mal Jadi Arena Esports Interaktif dan Dongkrak UMKM
Kegiatan yang berlangsung pada 29–30 April 2026 ini menghadirkan pengalaman aplikatif bagi peserta. Mereka dilatih membuat berbagai produk inovatif berbahan komoditas maupun limbah perkebunan, seperti lilin aromaterapi, car freshener, hingga minuman cokelat. Produk-produk tersebut menjadi contoh nyata pemanfaatan komoditas seperti sawit, kakao, dan kelapa menjadi barang bernilai tambah tinggi.
Tak hanya produksi, peserta juga mendapatkan pelatihan pengemasan (packaging) hingga teknik promosi sederhana menggunakan ponsel masing-masing.
Baca Juga: BRI Perkuat Desa Sumberejo Pacitan, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Desa Kian Bersinar
Sebanyak 60 pelaku UMKM Sidoarjo dan 40 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya diskusi dan pertanyaan saat praktik berlangsung.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan bahwa pendekatan berbasis praktik menjadi kunci dalam mendorong lahirnya wirausaha baru.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak Tajam, UMKM di Surabaya Bingung Naikkan Harga
“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu langsung mempraktikkan cara mengolah komoditas perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi. Dari proses sederhana ini, kami yakin akan lahir produk-produk inovatif yang siap bersaing di pasar,” ujarnya.
Kegiatan ini didampingi tim Unit Pengembangan Institusi (UPI) Politeknik LPP Yogyakarta yang memberikan asistensi teknis, mulai dari proses produksi hingga pengemasan. Kolaborasi antara pelaku UMKM dan akademisi dinilai menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha.
Baca Juga: UMKM Susu Kambing Ras Farm Tumbuh Pesat Berkat Dukungan KUR BRI
“UMKM memahami kebutuhan pasar, sementara akademisi menghadirkan inovasi dan teknologi. Ketika keduanya bersatu, hasilnya adalah produk yang kreatif, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar Sakti dari tim UPI.
Baca Juga: BRI Perkuat Ekosistem UMKM, Produk Bumbu Instan Wan Alan Tembus Pasar Internasional
Selama pelatihan, peserta aktif berdiskusi mengenai teknik produksi, standar kualitas, hingga peluang pasar. Salah satu pelaku UMKM mengaku kegiatan ini sangat membantu karena memberikan pengalaman langsung.
“Kami jadi punya gambaran nyata bagaimana produk bisa dikembangkan menjadi usaha,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan mahasiswa peserta pelatihan. Mereka menilai kegiatan ini mampu menjembatani teori di kampus dengan praktik di lapangan.
“Kami jadi lebih memahami bagaimana ilmu bisa diterapkan dan dikolaborasikan dengan UMKM,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BPDP berharap pelaku UMKM mampu mengembangkan produk berbasis komoditas perkebunan secara lebih inovatif, aman, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara BPDP dan Politeknik LPP Yogyakarta juga diharapkan terus memperkuat ekosistem UMKM serta mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu bersaing di pasar lokal, nasional, hingga global. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista