RADAR SURABAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait kekosongan elpiji 3 kg di Desa Kemiri, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, dengan melakukan peninjauan langsung ke pangkalan, Rabu (15/4) siang
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan adanya kekosongan tabung elpiji yang dipicu oleh sejumlah faktor, baik dari sisi distribusi maupun perilaku konsumsi masyarakat.
“Ini adalah elpiji melon, tapi yang ada di sini posisinya tabung kosong semua. Nanti akan diambil oleh truk sore hari. Jadi memang kita akui ada masalah, karena stok di pangkalan wilayah Kecamatan Puspo, khususnya Desa Kemiri, beberapa dalam kondisi kosong,” ujar Emil.
Baca Juga: Mahasiswa Asing di Unpad Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Oknum Guru Besar
Ia menjelaskan bahwa kekosongan tersebut sempat dipengaruhi keterlambatan distribusi di tingkat hulu. Namun, kondisi tersebut kini telah mulai teratasi dengan masuknya pasokan baru.
“Memang kemarin sempat ada delay dalam pengiriman di hulunya, tapi sudah dikompensasi dan pasokan sudah datang. Namun di hilirnya ini ada perubahan pola beli masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Terjebak Macet di Romokalisari Surabaya, Ini Penyebabnya
Wagub Emil mengungkapkan, dari hasil dialog dengan warga, ditemukan adanya kecenderungan pembelian elpiji dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Hal ini terjadi karena masyarakat memiliki lebih dari satu tabung kosong di rumah.
“Saya tanya ke warga, bagaimana caranya orang bisa beli gas lebih dari biasanya. Ternyata karena banyak yang punya tabung kosong di rumah. Ada yang datang bawa dua sampai tiga tabung sekaligus, alasannya untuk kebutuhan hajatan atau antisipasi,” ungkapnya.
Baca Juga: Kado HJKS ke-733: Pemkot Surabaya Hapus Denda PBB, Catat Jadwalnya
Menurutnya, fenomena ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan semu akibat kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan elpiji, sehingga mendorong pembelian berlebih.
“Artinya ada ruang masyarakat membeli lebih karena takut elpiji langka. Tabung kosong yang ada di rumah itu kemudian diisi semua. Ini yang membuat distribusi jadi terasa tidak merata,” katanya.
Baca Juga: Sindikat Perdagangan Sisik Trenggiling Senilai Rp 8,4 Miliar di Bulak Surabaya Dibongkar Polda Jatim
Di sisi lain, Emil juga mengungkap adanya praktik penyelewengan distribusi elpiji yang turut memperparah kondisi di lapangan. Ia mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.
“Kami berterima kasih kepada jajaran Polres Kabupaten Pasuruan, karena ternyata ditemukan adanya penyelewengan oleh salah satu pangkalan. Yang bersangkutan mengurangi pasokan di wilayahnya dan melakukan pengoplosan ke tabung besar, bahkan mengambil dari sumber lain,” tegasnya.
Baca Juga: Dua Tahun Beroperasi, Penjual Beras SPHP Palsu di Probolinggo Dibongkar Polda Jatim
Saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut sebagai langkah antisipasi sekaligus tindak lanjut atas keluhan masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pertamina akan memperketat pengawasan distribusi elpiji bersubsidi, termasuk memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum.
“Kami datang bersama Pertamina untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi di daerah lain di Jawa Timur. Ada sekitar 36.000 pangkalan di Jatim, sehingga pengawasan harus diperkuat,” ujarnya.
Baca Juga: Ukuran Menyusut, Upaya Perajin Tempe di Jatim Tekan Biaya Produksi
Wagub Emil juga menekankan pentingnya penerapan aturan pembelian elpiji menggunakan KTP di tingkat pangkalan, yang selama ini dinilai belum berjalan optimal.
“Kewajiban penggunaan KTP saat membeli elpiji ini harus diperketat. Ini bukan untuk mempersulit masyarakat, tapi untuk mencegah penyelewengan, termasuk kemungkinan pengoplosan,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto