RADAR SURABAYA – Perwakilan BKKBN Jawa Timur (Jatim) mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana. Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total di Jatim kini telah mencapai 1,96 persen sementara angka stunting berhasil ditekan menjadi 14,7 persen.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana di Jawa Timur. "Alhamdulillah, ini hasil nyata dari komitmen dan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota," ujarnya.
Ia menjelaskan, Rakorda ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya sekaligus menyatukan langkah agar program Bangga Kencana dapat berjalan lebih optimal pada 2026.
Baca Juga: DPRD Nilai Kinerja Fiskal Jatim Kuat, Tekankan Dampak Nyata ke Rakyat
Selain capaian TFR dan penurunan stunting, sejumlah daerah di Jawa Timur juga mulai menyusun peta jalan kependudukan dan pembangunan keluarga melalui program Perencanaan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Bahkan, beberapa kabupaten/kota telah menjadi percontohan dalam implementasi program tersebut.
Di sisi lain, BKKBN Jatim juga turut mendukung program prioritas nasional, termasuk program makan bergizi gratis yang menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita nonPAUD.
Baca Juga: Disuruh Ayah Kirim Sabu, Seorang Pria Diringkus Polres Tanjung Perak Surabaya
Sukamto mengungkapkan, hingga saat ini penyaluran program tersebut telah mencapai sekitar 64 persen. Sementara itu, keterlibatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai ujung tombak di lapangan juga terus diperkuat.
“Jumlah TPK di Jawa Timur mencapai 93.729 orang dan sekitar 17 persen sudah terlibat dalam membantu penyaluran makanan bergizi gratis di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Baca Juga: Tim Tabur Kejari Surabaya Eksekusi Oknum Notaris Terkait Kasus Penipuan Rp 4,2 Miliar
Meski demikian, ia menekankan bahwa capaian tersebut masih perlu ditingkatkan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto