Gawat! 815 Desa di Jatim Terancam Kekeringan El Nino Godzilla, Ini Strategi Mitigasi BPBD 

Mus Purmadani • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 19:18 WIB
Ilustrasi kekeringan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Ilustrasi kekeringan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Ancaman kekeringan ekstrem mulai membayangi Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat sebanyak 815 desa di 222 kecamatan pada 26 kabupaten berpotensi terdampak krisis air bersih akibat fenomena El Nino yang diprediksi lebih kuat tahun ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan pemerintah provinsi telah meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan panas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Sebanyak 815 desa berpotensi terdampak kekeringan. Ini tersebar di 222 kecamatan dan 26 kabupaten di Jawa Timur,” ujarnya, Kamis (2/4).

Baca Juga: Waspada! Jatim Hadapi Bencana Ganda 2026: Banjir Belum Usai, Kekeringan Sudah Mengintai

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan mulai April dan berlangsung hingga November, dengan puncak kekeringan pada Agustus.

Gatot menyebut fenomena El Nino tahun ini bahkan kerap dijuluki sebagai “El Nino Godzilla” karena intensitasnya yang diprediksi lebih ekstrem. 

Baca Juga: Pasar Kayoon Surabaya Disiapkan Jadi Ikon Wisata Batu Permata Nusantara

“Dampaknya suhu akan lebih panas dan durasi kemarau lebih panjang. Ini meningkatkan risiko kekeringan, terutama di wilayah rentan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, ratusan desa yang berpotensi terdampak umumnya berada di daerah dengan ketergantungan tinggi pada sumber air tadah hujan serta memiliki keterbatasan infrastruktur air bersih. 

“Kondisi ini membuat masyarakat sangat rentan ketika kemarau datang lebih lama dari biasanya,” jelasnya.

Baca Juga: Viral! Pelajar di Jember Dikeroyok Belasan Teman, Kini Korban Trauma dan Tak Mau Sekolah

Mengantisipasi hal tersebut, BPBD Jatim bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mulai menyiapkan langkah mitigasi. Salah satunya melalui rapat koordinasi lintas sektor. 

“Kami akan menyusun langkah konkret agar penanganan bisa cepat dan tepat sasaran,” kata Gatot.

Selain itu, penyediaan air bersih menjadi fokus utama. BPBD telah menyiapkan skema distribusi air bersih ke wilayah terdampak, termasuk melalui pengiriman bantuan menggunakan truk tangki.

“Distribusi air bersih menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” tegasnya.

BPBD juga akan melakukan pemetaan wilayah prioritas guna memastikan intervensi dilakukan secara efektif, terutama di daerah dengan tingkat kerentanan paling tinggi.

Baca Juga: Perluas Pasar Ekspor, Moorlife Ikut Ramaikan Pameran di Hungaria dan Amerika

Dengan potensi kemarau panjang hingga November, pemerintah mengimbau seluruh daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini guna meminimalkan dampak kekeringan bagi masyarakat. (mus)

Editor : Nurista Purnamasari
Sumber : radar surabaya
kemarau el nino kekeringan jatim BPBD Jatim