BANYUWANGI – Di tengah arus modernisasi, Kabupaten Banyuwangi tetap menjaga tradisi leluhur. Salah satu warisan budaya yang masih lestari adalah Tradisi Seblang, ritual sakral masyarakat Osing. Tradisi ini sarat nilai spiritual, sosial, dan historis.
Seblang bukan sekadar pertunjukan tari biasa. Ritual ini menjadi bagian dari upacara bersih desa dan tolak bala. Selain itu, tradisi ini juga menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan serta penghormatan kepada leluhur.
Nuansa mistis yang menyelimuti prosesi menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan. Keunikan ini menjadikan Seblang tetap diminati hingga kini.
Baca Juga: Eksekusi Lahan Adat Toraja, Tongkonan Ka’pun Berusia 300 Tahun Dirobohkan
Tradisi Seblang rutin digelar di dua wilayah Kecamatan Glagah. Lokasinya berada di Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan. Meski sama-sama Seblang, keduanya memiliki perbedaan dalam pelaksanaan.
Seblang Olehsari yang muncul sekitar 1930 ditarikan oleh gadis muda. Penari dipilih dari garis keturunan penari sebelumnya. Hal ini menjadi bagian dari tradisi turun-temurun.
Sementara itu, Seblang Bakungan dipercaya telah ada sejak 1639. Ritual ini dibawakan oleh perempuan lanjut usia yang telah menopause. Pelaksanaannya berlangsung semalam suntuk dengan suasana sakral.
Baca Juga: Tradisi Jadi Identitas Wilayah, Gresik Gelar Kirab Warisan Budaya Tak Benda
Perbedaan juga terlihat dari busana yang dikenakan penari. Seblang Olehsari menggunakan mahkota dari daun pisang muda yang dihias bunga. Sedangkan Seblang Bakungan memakai mahkota dari kain kafan yang disusun menjadi hiasan kepala.
Waktu pelaksanaan kedua tradisi ini juga berbeda. Seblang Olehsari digelar selama tujuh hari setelah Idul Fitri. Sementara Seblang Bakungan dilaksanakan semalam penuh setelah Idul Adha.
Secara historis, Tradisi Seblang berkaitan dengan pembukaan hutan oleh leluhur masyarakat Osing. Ritual ini dilakukan untuk memohon izin dan perlindungan kepada roh penjaga alam. Tujuannya agar kehidupan masyarakat tetap aman dan tenteram.
Baca Juga: Tari Goyang Jedher, Tarian Penyambut Tamu yang Penuh Filosofi
Kini, Seblang tidak hanya menjadi ritual adat. Tradisi ini juga berkembang sebagai daya tarik wisata budaya. Berbagai pihak turut memperkenalkan Seblang melalui media dan kawasan wisata.
Di tengah perubahan zaman, Seblang tetap menjadi simbol identitas budaya Banyuwangi. Tradisi ini menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Keberadaannya menjadi bukti kuat pelestarian budaya lokal. (ida/fir)
Editor : M Firman Syah