Kronologi Hilangnya Korban
SR dan IB dilaporkan hilang sejak Selasa (31/3) dini hari, setelah meninggalkan rumah dengan membawa tas, sandal, dan ponsel.
Baca Juga: Buaya Liar Muncul di Kali Wonorejo, Warga Diminta Waspada
Pihak keluarga menemukan barang pribadi korban di tepi Sungai Tunjung, namun ponsel dan dompet tidak ditemukan. Nomor ponsel korban sempat aktif pukul 06.00 WIB, tetapi kemudian tidak bisa dihubungi lagi.
Keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada camat setempat dan BPBD. Petugas gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Dari hasil penyelaman, permukaan sungai diketahui bukan tanah liat sehingga tubuh korban diperkirakan hanyut terbawa arus. Pencarian diperluas hingga 5,5 kilometer ke arah hilir.
Setelah pencarian sejak pagi, tubuh SR ditemukan sejauh 1 kilometer dari titik awal. Tak lama kemudian, tubuh IB ditemukan berjarak 100 meter dari lokasi ibunya.
“Setelah ibunya ditemukan, petugas terus melakukan penyisiran dan akhirnya menemukan tubuh anaknya,” kata Zainul. Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit.
Ancaman Buaya di Sungai Tunjung
Tragedi ini terjadi di tengah keresahan warga atas kemunculan buaya di Sungai Tunjung.
Baca Juga: Dominasi Total! Atlet Jatim Sumbang Medali Terbanyak untuk Indonesia di Wushu Junior 2026
Camat Burneh, Erwin Yusoef, mengonfirmasi bahwa dua ekor buaya dengan ukuran berbeda kerap muncul di sungai, bahkan sempat naik ke halaman sebuah kafe di tepi sungai.
“Dari kemarin kita pasang perangkap, namun sampai tadi malam belum mendapatkan hasil. Ada dua ekor buaya, satu lebih dari satu meter, satunya lebih kecil,” jelasnya.
BPBD Bangkalan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk penanganan predator tersebut.
“Upaya yang kita lakukan dengan memasang perangkap di dekat sarangnya supaya warga tidak resah,” tutur Zainul.
Warga sekitar mengaku khawatir jika ada induk buaya berukuran lebih besar yang masih bersembunyi.
“Itu kan dua anaknya ya. Takutnya ada induknya yang lebih besar dan masuk ke pemukiman. Semoga bisa segera ditemukan dan dievakuasi,” ujar Qomariyah, salah satu warga. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari