Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ombak Besar Telan Nyawa Wisatawan di Pantai Paseban Jember, Satu Hilang di Papuma

Nurista Purnamasari • Minggu, 29 Maret 2026 | 06:28 WIB
Ilustrasi pantai Papuma, Jember. (ISTIMEWA)
Ilustrasi pantai Papuma, Jember. (ISTIMEWA)
RADAR SURABAYA - Libur Lebaran 2026 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diwarnai tragedi laut yang menimpa dua wisatawan di pantai selatan. 
Satu korban terseret ombak di Pantai Paseban ditemukan meninggal dunia, sementara satu wisatawan lain hilang di Pantai Papuma dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan. 
Peristiwa hanyutnya wisatawan akibat ombak besar di Jember ini menambah daftar panjang wisatawan yang meninggal atau selamat akibat musibah di pantai di berbagai daerah di Indonesia selama libur lebaran.
Baca Juga: Viral! Balon Udara Berpetasan Jatuh ke Permukiman Warga di Pamekasan

Kronologi Kejadian

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa korban pertama, Giman, 54, warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong, terseret ombak saat mandi di Pantai Paseban. 

Padahal sebelumnya petugas sudah mengingatkan pengunjung untuk tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai. 

“Telah terjadi kecelakaan laut di Pantai Paseban, korban atas nama Giman sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnyLagi

Baca Juga: Veda Ega Melesat! Start Posisi 4 di Moto3 GP Amerika 2026, Bidik Podium Lagi

Sementara itu, korban kedua, Muhammad Sheva Yusuff, 22, asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hilang setelah tersapu ombak di Pantai Papuma. 

Sheva bersama dua rekannya berada di tebing bawah Siti Hinggil, kawasan yang sebenarnya masuk zona larangan pengunjung. 

Saat mereka berswafoto, ombak besar tiba-tiba menerjang. Dua rekannya berhasil menyelamatkan diri, namun Sheva tenggelam dan dinyatakan hilang.

Baca Juga: Drama Last Lap! Jorge Martin Juara Sprint Race GP Amerika dan Pimpin Klasemen MotoGP 2026

Edy menegaskan bahwa pihaknya bersama tim SAR gabungan telah melakukan pencarian menggunakan perahu dan penyisiran darat. 

“Korban belum ditemukan hingga sore hari, pencarian dihentikan karena gelap dan akan dilanjutkan besok pagi,” katanya. 

Ia juga mengimbau wisatawan agar lebih disiplin mematuhi rambu-rambu keselamatan. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Minggu 29 Maret 2026: Siang Panas, Sore berpotensi Hujan Disertai Petir

“Petugas selalu mengingatkan pengunjung untuk tidak mandi di laut atau berada di zona terlarang, karena ombak pantai selatan sangat besar dan berbahaya,” tambahnya.

Ombak besar dan arus kuat sering kali menjadi ancaman bagi wisatawan yang kurang memperhatikan larangan petugas. 

Kasus di Paseban dan Papuma menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terhadap aturan keselamatan dapat berujung fatal.

BPBD mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan arahan petugas demi menghindari kejadian serupa.

Baca Juga: Diduga Mengemudi dalam Kondisi Terganggu, Pegolf Tiger Woods Ditangkap Usai Kecelakaan di Florida

“Kami mengajak seluruh wisatawan untuk lebih berhati-hati dan mematuhi aturan yang ada. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berwisata di pantai selatan,” pungkas Edy. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pantai papuma #pantai paseban #Jawa Timur #pantai #wisatawan terseret ombak #jember