Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kalaksa BPBD Jawa Timur Tinjau Banjir Besar di Pasuruan, Ribuan Warga Terdampak 

Lambertus Hurek • Kamis, 26 Maret 2026 | 13:49 WIB
Genangan banjir di kawasan Beji Kabupaten Pasuruan. (IST)
Genangan banjir di kawasan Beji Kabupaten Pasuruan. (IST)

 

RADAR SURABAYA – Hari pertama masuk kerja aparatur sipil negara (ASN) usai libur, Rabu (25/3), langsung dimanfaatkan Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, untuk meninjau lokasi banjir di Kabupaten Pasuruan. Lokasi yang dikunjungi berada di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.

Peninjauan dilakukan sebagai respon cepat atas banjir yang terjadi pada Selasa sore (24/3), akibat hujan dengan intensitas tinggi yang memicu meluapnya Sungai Wrati. Air yang meluber ke permukiman dan area persawahan menyebabkan aktivitas warga lumpuh.

Baca Juga: Pengusaha Optimistis Penjualan Elektronik Tumbuh di Kuartal II/2026, Ini Pemicunya 

Dalam kunjungan tersebut, Gatot didampingi Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Camat Beji Abdurachim Efendhy, Forkopimcam, serta Kepala Desa Kedungringin Rizki Wahyuni.

Untuk mencapai lokasi terdampak, rombongan harus menggunakan perahu milik warga. Jalur perahu melintasi area persawahan yang terendam, yang kini menjadi satu-satunya akses keluar-masuk dusun.

“Dibanding banjir-banjir sebelumnya, banjir ini memang yang paling besar,” ujar Kepala Desa Kedungringin, Rizki Wahyuni, didampingi Kepala Dusun Wagiyono.

Di lokasi, rombongan meninjau kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan darurat berupa nasi bungkus dan makanan siap saji. Selain itu, warga juga diimbau untuk mematikan aliran listrik yang terdampak banjir guna menghindari risiko korsleting dan sengatan listrik.

Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori, menyampaikan bahwa banjir kali ini dipicu oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dalam waktu singkat.

“Peninjauan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, untuk setidaknya meringankan beban masyarakat terdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan, diperlukan kajian teknis mendalam untuk mengetahui penyebab pasti banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayah Beji. “Kali ini yang terbesar dibanding sebelumnya,” tegasnya.

Baca Juga: Dianggap Tidak Efektif, Fraksi PDIP Jawa Timur Minta Gubernur Khofifah Evaluasi Kebijakan WFH ASN

Sebagai langkah penanganan, pemerintah telah mendirikan shelter dapur umum di tiga lokasi, yakni di Kecamatan Rejoso, Winongan, dan Bangil. Sementara itu, banjir juga dilaporkan meluas ke sejumlah kecamatan lain seperti Beji, Grati, Gondangwetan, Gempol, dan Pohjentrek.

Di sisi lain, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya telah melakukan langkah antisipasi cuaca ekstrem sesuai arahan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Selama masa Lebaran, OMC dilakukan selama 10 hari dengan 22 sortie. Namun karena keterbatasan jumlah sortie, belum semua wilayah bisa terjangkau, termasuk Pasuruan,” jelasnya.

Ia berharap potensi hujan di wilayah Pasuruan dapat segera berkurang agar banjir cepat surut. Menurutnya, tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama penyebab banjir kali ini. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#pegungsi banjir #banjir pasuruan #bpbd #Jawa Timur #Korban Banjir #cuaca ekstrem #Bencana Banjir