RADAR SURABAYA - Gelombang banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan sejak Selasa (24/3) malam hingga Rabu (25/3) pagi, menimbulkan dampak luas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan mencatat sebanyak 6.650 rumah di 11 kecamatan terendam, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai lebih dari 1,5 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi yang merata di hampir seluruh wilayah menjadi pemicu utama banjir.
Baca Juga: Pemerintah Tambah 13 Proyek Hilirisasi Energi senilai Rp 239 Triliun
“Wilayah dengan dampak paling parah berada di Kecamatan Beji, dengan enam desa terdampak, termasuk Desa Beji dan Kedungringin,” ujarnya.
Di Dusun Pasinan, Desa Beji, ketinggian air mencapai 120 sentimeter dan merendam sedikitnya 72 rumah warga.
Kecamatan Rejoso juga terdampak, dengan genangan air di Desa Jarangan dan Toyaning setinggi 10–30 sentimeter.
Baca Juga: Iran Mulai Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz, Begini Syaratnya
Sementara itu, Kecamatan Bangil mengalami banjir di lima kelurahan dan tiga desa, dengan ketinggian air 20–60 sentimeter.
Kecamatan Winongan bahkan melaporkan delapan desa terdampak, dengan genangan mencapai 80 sentimeter.
Wilayah lain seperti Grati, Gondangwetan, Kejayan, Kraton, Pasrepan, Gempol, dan Pohjentrek juga dilaporkan terendam, dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter.
Baca Juga: Kulakan Sabu di Bangkalan, Pengedar Asal Wonokusumo Surabaya Ditangkap
Sugeng menegaskan bahwa BPBD bersama relawan telah bergerak cepat. “BPBD bersama relawan telah melakukan evakuasi warga ke lokasi aman, mendirikan dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik dan makanan siap saji di sejumlah titik terdampak,” katanya.
Ia menambahkan, tiga shelter bencana telah diaktifkan untuk menampung warga terdampak, sekaligus dilakukan pendataan kerusakan infrastruktur di kecamatan Bangil, Winongan, dan Rejoso. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari