Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Iran Mulai Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz, Begini Syaratnya

Lambertus Hurek • Kamis, 26 Maret 2026 | 13:09 WIB

 

Kapal berbendera Liberia setelah melalui Selat Hormuz. (ANTARA)
Kapal berbendera Liberia setelah melalui Selat Hormuz. (ANTARA)

 

RADAR SURABAYA  - Iran telah mengizinkan kapal-kapal dari beberapa negara sahabatnya, termasuk Rusia, untuk melewati Selat Hormuz.

"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menurut saluran televisi satelit milik Lebanon, Al Mayadeen, Kamis 26 Maret 2026.

Araghchi menambahkan bahwa Teheran tidak punya alasan untuk mengizinkan "kapal-kapal musuh" melewati Selat Hormuz.

Baca Juga: Pemerintah Tambah 13 Proyek Hilirisasi Energi senilai Rp 239 Triliun

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Baca Juga: Kulakan Sabu di Bangkalan, Pengedar Asal Wonokusumo Surabaya Ditangkap

Blokade itu juga berpengaruh terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump terus menekan Iran agar menerima usulan gencatan senjata. Amerika menyampaikan 15 syarat namun belum direspons oleh pemerintah Iran. Militer AS dan Israel masih terus menyerang berbagai sasaran di Iran meski sejumlah pemimpin negara Iran sudah meninggal dunia. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#amerika serikat #perang iran #iran israel #iran #selat hormuz