Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Visa Jemaah Haji Jatim Sudah Terbit, Arab Saudi Jamin Keamanan Keberangkatan Dari Surabaya ke Tanah Suci

Rahmat Sudrajat • Rabu, 25 Maret 2026 | 06:40 WIB
Petugas di Siskohat Asrama Haji Surabaya saat melakukan pencocokan identitas jemaah haji. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Petugas di Siskohat Asrama Haji Surabaya saat melakukan pencocokan identitas jemaah haji. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan pelaksanaan haji Indonesia tetap berjalan meski di tengah konflik Timur Tengah yang masih memanas. 

Bahkan pemerintah Arab Saudi menjamin jemaah haji Indonesia untuk bisa melaksanakan ibadah haji yang mulai diberangkatkan ke tanah suci 22 April mendatang. 

Plt Kakanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Timur, Mohammad As'adul Anam mengatakan sampai saat ini proses persiapan jemaah haji Jawa Timur sudah sampai pada proses pengecekan visa dengan paspor.

Baca Juga: Haji 2026 : Menteri Pastikan Tetap Jalan, Pemerintah Siapkan Skenario Antisipasi

"Alhamdulilah visa jemaah haji Jawa Timur sudah keluar. Saat ini pengecekan visa dan paspor. Jadi nama sesuai tidak, kemudian foto sesuai tidak, jenis kelamin sesuai tidak. Nanti kalau di situ laki-laki tertulis perempuan itu juga nggak boleh, harus diganti," tuturnya, Rabu (25/3). 

Anam juga mengaku Kemenhaj sudah berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi bahkan menjamin haji tetap berjalan dengan baik. 
"Sampai saat ini pemerintah Arab Saudi menjamin bahwa haji tetap terlaksana dengan baik," ungkap Anam. 

Dengan jaminan pemerintah Arab Saudi Anam memastikan pelaksanaan haji terlaksana. "Seperti itu. Tidak ada penundaan ataupun kekhawatiran," imbuhnya. 

Baca Juga: Ramalan Zodiak Rabu 25 Maret 2026: Karier Melejit, Peluang Cuan Datang Tak Terduga!

Meski demikian Anam mengaku untuk rute penerbangan jemaah ke tanah suci mengalami perubahan dengan melewati jalur selatan. 

"Wah, saya kira tetap, cuman ambil di jalur selatan begitu. Ya, setelah India itu nanti agak ke kiri sedikit sehingga melalui lautan gitu," terangnya.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. "Ya mengantisipasilah kalau ada apa yang nyelonong lewat gitu, biar lebih aman," ujarnya. 

Baca Juga: Bikin Kaget! Rizky Ridho Ungkap Metode Aneh John Herdman: Bawa TV ke Lapangan, Taktik Jadi Super Detail!

Meski ada perubahan rute penerbangan Anam memastikan tidak ada biaya tambahan yang akan dikeluarkan oleh jemaah haji. "Tidak ada biaya tambahan," jelasnya. 

Anam mengimbau kepada jemaah haji Jawa Timur agar tidak risau dan menyaring informasi yang baik. Meski di media sosial memperlihatkan ketegangan Timur Tengah. 

"Saya kira jemaah tidak perlu risau karena pemerintah sudah berupaya sedemikian rupa untuk juga melihat kondisi apa up to date terkait dengan Timur Tengah. Tindakan-tindakan apa yang seharusnya dilakukan insyaallah sudah diantisipasi oleh pemerintah, begitu," imbaunya. 

Jemaah Jawa Timur yang akan berangkat ke tanah suci berdasarkan kouta sebanyak 42.409 orang, ditambah dengan Provinsi Bali dan NTT sehingga masing-masing 698 dan 516 orang.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak: 1,7 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Ini Strategi Jasa Marga

Sehingga total kuota untuk ketiga provinsi mencapai 43.200 orang yang tergabung dalam embarkasi Surabaya dengan 116 kloter. 

Pihaknya terus menyeimbangkan mutasi masuk dan keluar sehingga kouta jemaah haji terpenuhi. 

"Kita kan masih punya cadangan, nanti ada cadangan naik maka ada perubahan. Kenapa cadangan naik? Karena untuk mengantisipasi jemaah haji jika da yang meninggal ataupun sakit dan tidak bisa berangkat seperti itu. Yang jelas kuota itu akan kita maksimalkan," ungkapnya. 

Baca Juga: Viral! Ratusan Mobil Hendak ke Tol Purwomartani Sleman Malah Tersasar ke Sawah Gara-Gara Aplikasi Navigasi

Anam juga mengaku kedatangan Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf  di Surabaya hanya untuk memastikan bahwa proses pelaksanaan haji berjalan sebagaimana mestinya. 

"Hanya memastikan bahwa proses pelaksanaan haji berjalan sebagaimana yang seharusnya dan insyaallah tidak ada kabar ataupun informasi terkait dengan penundaan, tidak ada. Itu saja kedatangan pak Menteri ke Surabaya," jelasnya. 

Sebelumnya Menhaj, Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa hingga kini tidak ada perubahan pada jadwal keberangkatan haji yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Pastikan Mobil Pelat Merah Viral di Arteri Jombang Bukan Kendaraan Dinas

"Sampai hari ini, tidak ada perubahan dengan jadwal keberangkatan haji 2026. Mudah-mudahan keberangkatan yang direncanakan pada 22 April nanti juga tetap berjalan sesuai rencana tanpa ada perubahan apapun," pungkasnya. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#tanah suci #Haji 2026 #Jemaah Haji Jatim #Jawa Timur #Kemenhaj #jemaah haji #arab saudi #konflik timur tengah