RADAR SURABAYA – Ketersediaan beras di Jawa Timur (Jatim) dipastikan dalam kondisi aman. Perum Bulog Kanwil Jatim mencatat stok beras yang tersimpan saat ini hampir mencapai 1 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 14 bulan ke depan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho, menegaskan bahwa stok tersebut merupakan cadangan yang dikelola secara optimal, termasuk dari sisi penyimpanan dan perawatan kualitas.
“Kalau beras, untuk 14 bulan ke depan kita masih aman. Stok kita hampir 1 juta ton di seluruh Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (24/3).
Baca Juga: Fraksi PKB Jatim Ajak Anggota Sisihkan Gaji, Bantu Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Ia menjelaskan, Bulog memiliki sistem pengelolaan gudang yang terintegrasi, termasuk pengendalian hama dan perawatan kualitas beras. Sistem tersebut dikenal dengan pengendalian hama gudang terpadu (PHGT), yang memastikan kualitas beras tetap terjaga meski disimpan dalam waktu lama.
“Kita punya unit bisnis untuk pengendalian hama dan perawatan, jadi kualitas beras tetap bagus. Bahkan stok pengadaan tahun 2025 yang masih ada sampai sekarang kondisinya masih sangat baik,” jelasnya.
Baca Juga: Awas! Maling Motor Surabaya Makin Nekat, Nyaru Jamaah Salat Bawa Kabur Motor Ustad
Langgeng menambahkan, mayoritas stok beras yang dikuasai Bulog merupakan beras medium dalam kategori Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Beras ini digunakan untuk berbagai program pemerintah, seperti bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penanganan bencana.
“Kalau di Bulog itu yang kita kuasai CBP, jadi mayoritas beras medium. Untuk premium ada, tapi itu untuk pasar umum,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Pastikan Mobil Pelat Merah Viral di Arteri Jombang Bukan Kendaraan Dinas
Di tengah musim panen yang mulai berlangsung, Bulog juga terus menggenjot penyerapan gabah dan beras dari petani. Secara nasional, target penyerapan tahun ini mencapai 4 juta ton setara beras, dengan kontribusi Jawa Timur ditargetkan sebesar 883 ribu ton.
“Untuk Jawa Timur target kita sekitar 883 ribu ton. Dan sampai saat ini, insyaallah kita sudah mendekati 300 ribu ton atau sekitar 32 persen dari capaian nasional,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Pastikan Mobil Pelat Merah Viral di Arteri Jombang Bukan Kendaraan Dinas
Secara nasional, lanjut Langgeng, serapan beras telah mendekati angka 1 juta ton, di mana sekitar 300 ribu ton berasal dari Jawa Timur. Hal ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung padi utama nasional.
“Dari hampir 1 juta ton secara nasional, sekitar 300 ribu ton itu dari Jawa Timur. Jadi memang kita ini lumbung padi nasional,” tegasnya.
Menghadapi puncak panen yang diperkirakan terjadi pada akhir Maret hingga April 2026, BULOG memastikan tetap melakukan pembelian gabah, bahkan di tengah momentum Lebaran. Hal ini penting karena hasil panen tidak bisa ditunda terlalu lama.
Baca Juga: Tragedi Mercon Lebaran: RSUD Dr Soetomo Surabaya Rawat 8 Pasien Korban Ledakan Petasan, 1 Meninggal
“Panen itu tidak bisa ditunda. Maksimal satu sampai dua hari. Kalau terlalu lama bisa ambruk. Jadi meskipun Lebaran, kita tetap siaga untuk menyerap gabah petani,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Bulog mengerahkan tim jemput gabah atau tim jemput pangan yang tetap bertugas selama periode Lebaran, meskipun dengan penyesuaian operasional.
Baca Juga: Pesawat Militer Kolombia Jatuh Usai Lepas Landas, 66 Tentara Tewas
“Minimal tetap ada yang bertugas. Tim jemput gabah tetap jalan, karena ini menyangkut hasil panen petani,” katanya.
Meski demikian, Langgeng mengakui bahwa aktivitas penggilingan sempat melambat saat hari raya karena keterbatasan tenaga kerja. Namun, kondisi tersebut diperkirakan kembali normal dalam waktu singkat.
“Biasanya H+2 atau H+3 sudah mulai buka, meski belum maksimal. Paling H+5 sudah normal kembali,” ujarnya.
Baca Juga: Surabaya Kota Multikultural dengan Jejak Pertahanan yang Berubah dari Fisik
Berdasarkan analisis yang dilakukan, Bulog optimistis target penyerapan beras di Jawa Timur dapat tercapai. Dengan pendekatan analisis regresi, target diperkirakan bisa terpenuhi pada akhir Mei 2026. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto