RADAR SURABAYA - Tragedi terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, ketika seorang pemudik berinisial RP, 39, meninggal dunia di dalam bus saat terjebak antrean panjang menuju penyeberangan ke Jawa.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (18/3) pagi, dan korban diketahui tengah melakukan perjalanan mudik seorang diri dari Denpasar menuju Kebumen, Jawa Tengah.
RP dilaporkan pingsan di dalam bus Tami Jaya jurusan Denpasar–Jawa Tengah sekitar pukul 06.45 Wita, tepat di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk.
Baca Juga: Nyepi dan idulfitri Dirayakan Beriringan di Indonesia, Inilah Maknanya
Kondektur bus segera meminta bantuan petugas kesehatan. Korban sempat mendapat tindakan medis darurat berupa resusitasi jantung paru (RJP) di Kantor Kesehatan Karantina, namun nyawanya tidak tertolong setelah dibawa ke Puskesmas II Melaya.
Dokter jaga UGD Puskesmas II Melaya menyatakan RP sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan. Berdasarkan pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar kami mendapat laporan adanya penumpang perempuan yang meninggal dunia di dalam bus. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang pemudik berinisial RP,” ujar Heri Junaedi Bakhri, Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Laut, Kamis (19/3).
Baca Juga: Sambut Nyepi, Umat Hindu di Surabaya Gelar Tawur Agung
Heri memastikan pemulangan jenazah dilakukan dengan layak. “Pada pukul 14.00 Wita, jenazah telah dipulangkan melalui KMP Dharma Kencana 9 dengan rute Gilimanuk–Ketapang, untuk kemudian dibawa ke rumah duka di Kebumen,” jelasnya.
Kemenhub menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo, dan aparat keamanan untuk memastikan kelancaran arus mudik di Selat Bali.
Heri juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan panjang.
“Keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Kami mengimbau pemudik untuk beristirahat cukup, menjaga kesehatan, dan segera melapor kepada petugas jika merasa tidak sehat,” pungkasnya. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari