RADAR SURABAYA - Polda Jatim mendirikan 238 pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Ratusan pos tersebut berada di seluruh titik wilayah Jawa Timur.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, Operasi Ketupat Semeru 2026 mulai berlangsung 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi Ketupat Semeru bukan sekedar mengatur kelancaran lalu lintas arus mudik, melainkan sebuah gelar pelayanan publik, spiritual, sosial dan pemeliharaan kamtibmas yang sifatnya fundamental di tengah masyarakat.
Operasi Ketupat Semeru 2026 yang merupakan operasi kemanusiaan ini fokus demi terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan hingga mudik pada libur lebaran.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Pemkot Surabaya Beri Diskon Parkir Inap hingga 60 Persen
“Kita ingin memastikan masyarakat benar-benar merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah Ramadan, merayakan Idul Fitri, hingga melakukan kegiatan silaturahmi bersama keluarga,” ucapnya usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 belum lama ini.
Polda Jatim melibatkan 16.326 personel yang terdiri dari 1.190 personel Polda Jatim, 8.419 personel Polres jajaran,1.313 personel TNI dan 5.404 personel dari instansi terkait beserta mitra kamtibmas. Sejumlah potensi kerawanan telah dipetakan, mulai dari ancaman terorisme, aksi sweeping oleh oknum ormas, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok maupun BBM.
Baca Juga: Siapkan 217 Pos Kesehatan dan 447 RS, Dinkes Jatim Siaga 24 Jam saat Arus Mudik
Selain itu gangguan kamtibmas seperti balap liar, penyalahgunaan narkoba, penggunaan petasan, kecelakaan transportasi, serta potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi atensi dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.
“Semua potensi kerawanan tersebut sudah kami petakan dan antisipasi melalui penggelaran pasukan yang kita laksanakan,” jelasnya.
Nanang mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik serta tetap menjaga ketertiban selama perayaan Idul Fitri, sehingga mudik aman keluarga bahagia bisa terwujud.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menuturkan dalam rangka mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Polda Jawa Timur mendirikan 238 pos pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.
Sebanyak 238 pos itu terdiri dari 172 Pospam, 45 Posyan, dan 21 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur.
Keberadaan pospam, posyan, dan pos terpadu tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.
“Bersinergi dengan lintas sektor, petugas akan memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari pelayanan kepolisian hingga layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga: Dominasi Online Shop, DPRD Surabaya Harap UMKM Cerdik Lihat Peluang dan Adaptif
Abast menerangkan, Operasi Ketupat 2026 merupakan agenda nasional yang harus dipastikan berjalan aman, sebagaimana penekanan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Tahun ini terdapat beberapa momentum keagamaan yang berlangsung bersamaan, yaitu bulan Ramadan, perayaan Idul Fitri, serta Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Oleh karena itu Polri bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang humanis serta penegakan hukum yang berkeadilan,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pos-pos pengamanan dan pelayanan yang telah disediakan apabila membutuhkan bantuan.
“Jika masyarakat mengetahui atau mengalami tindak kejahatan maupun membutuhkan bantuan kepolisian, silakan segera menghubungi Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis. Petugas kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat,” tutupnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto