RADAR SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus mendorong kadernya tetap aktif di tengah masyarakat meskipun momentum pemilu masih cukup jauh.
Bendahara Partai Demokrat Jawa Timur, Dr. Agung Mulyono, menegaskan seluruh kader diminta tetap turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat harus terus dijaga karena partai politik memiliki tanggung jawab untuk hadir memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat, bukan hanya saat menjelang pemilu.
“Walaupun jauh dari pemilu, kita selalu pesan kepada teman-teman kader untuk tetap turun ke bawah, menyapa masyarakat, dan memberi solusi. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, kita harus hadir,” tegas Agung dalam sebuah acara di Surabaya, Kamis (12/3).
Ia menilai keberadaan kader di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata pelayanan politik sekaligus upaya menjaga kepercayaan publik terhadap partai.
Selain mendorong kader aktif di lapangan, Demokrat Jatim juga tengah fokus memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mesin partai semakin solid dalam menjalankan program-program politik maupun sosial di daerah.
Agung menjelaskan penguatan struktur partai menjadi salah satu prioritas utama yang sedang dikerjakan pengurus DPD Demokrat Jatim. “Kita sekarang konsen membangun struktur partai sampai ke tingkat paling bawah. Targetnya dalam waktu dekat sudah selesai sehingga organisasi semakin solid,” ujarnya.
Dengan struktur organisasi yang kuat hingga level bawah, ia berharap koordinasi antara pengurus daerah, kader, dan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Di sisi lain, Demokrat Jawa Timur juga tengah bersiap menghadapi agenda internal partai berupa Musyawarah Daerah (Musda). Kegiatan tersebut ditargetkan dapat terlaksana pada tahun ini.
Agung menyebut Musda merupakan agenda penting untuk memperkuat kepemimpinan dan arah organisasi di tingkat daerah. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bergiliran bersama sejumlah provinsi lain di Indonesia.
“Musda memang menjadi agenda tahun ini. Kita menunggu giliran bersama beberapa daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Aceh. Mudah-mudahan bisa terlaksana tahun ini,” jelasnya.
Dalam prosesnya, pemilihan pengurus nantinya tetap mengikuti mekanisme internal partai yang telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Salah satu tahapan yang harus dilalui adalah proses fit and proper test bagi calon pengurus.
“Semua tetap mengikuti mekanisme yang ditentukan DPP, termasuk fit and proper test. Jadi nanti keputusan akhirnya tetap dari DPP,” pungkasnya. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista