Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kemenag Percepat Sertifikasi Guru Madrasah Jawa Timur, Gaji Akan Naik Drastis

Rahmat Sudrajat • Minggu, 8 Februari 2026 | 13:52 WIB

 

Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jatim Sugiyo. (IST)
Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jatim Sugiyo. (IST)

RADAR SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 92.664 guru madrasah di wilayah tersebut telah memiliki sertifikat pendidik. Program sertifikasi terus dipercepat sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan guru, baik di madrasah negeri maupun swasta.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Pendma) Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo, menjelaskan bahwa guru madrasah negeri menerima gaji dan tunjangan setara gaji pokok. Sementara itu, guru madrasah swasta yang telah bersertifikasi memperoleh tunjangan sebesar Rp1,5 juta. Setelah melalui proses inpassing atau penyetaraan, tunjangan tersebut meningkat menjadi Rp2 juta.

Bagi guru madrasah swasta yang belum menerima tunjangan sertifikasi, besaran tunjangan disesuaikan dengan kemampuan yayasan, yakni berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu.

 “Guru swasta yang sudah bersertifikasi dan telah menjalani inpassing, semula menerima Rp1,5 juta, kemudian ditambah pemerintah sebesar Rp500 ribu sehingga menjadi Rp2 juta. Dana tersebut sudah dicairkan,” ujar Sugiyo.

 Jumlah guru madrasah di Jawa Timur tercatat sebanyak 202.506 orang. Dari total tersebut, sebanyak 109.842 guru belum bersertifikasi. Pada 2025, Kemenag menerapkan efisiensi biaya sertifikasi dari semula Rp5 juta per guru menjadi Rp800 ribu. Kebijakan ini berhasil meluluskan 19.879 guru dalam program sertifikasi.

 Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Pikap Terjun Bebas ke Sungai Jalan Kedung Tarukan Surabaya

Sugiyo menegaskan, percepatan sertifikasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah. Namun, pelaksanaannya tetap harus mempertimbangkan kemampuan keuangan negara.

 “Sertifikasi akan terus diupayakan untuk seluruh guru, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi keuangan bersama Kementerian Keuangan,” katanya.

 Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong peningkatan kompetensi guru seiring dengan program sertifikasi guna menjaga mutu pendidikan peserta didik. Menurutnya, peran madrasah sangat strategis dalam sistem pendidikan nasional, khususnya di Jawa Timur yang sekitar 98 persen madrasahnya berstatus swasta dan dibangun melalui swadaya masyarakat.

 Secara nasional, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyebutkan bahwa Kemenag saat ini membina 1.157.050 guru, yang terdiri atas 360.632 guru PNS dan 796.418 guru non-PNS. Jumlah tersebut mencakup guru madrasah, pesantren, serta guru pendidikan agama lintas keyakinan.

 “Hingga kini masih terdapat 497.893 guru yang belum mengikuti sertifikasi. Kami akan terus berikhtiar agar seluruhnya dapat mengikuti program sertifikasi,” ujarnya. (*) 

 

Editor : Lambertus Hurek
#kemenag jatim #manfaat sertifikasi guru madrasah #guru madrasah #madrasah di jawa timur #sertifikasi guru madrasah