Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Targetkan Elektrifikasi 100 Persen di Jatim, 3.400 Rumah Tangga Miskin Dapat Listrik Gratis

Mus Purmadani • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:37 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) saat memasang listrik gratis untuk warga miskin.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) saat memasang listrik gratis untuk warga miskin.

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menargetkan percepatan rasio elektrifikasi hingga 100 persen melalui program pemasangan listrik gratis bagi 3.400 rumah tangga miskin (RTM) pada 2026.

Program ini menjadi langkah konkret Pemprov Jatim dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu di seluruh wilayah provinsi.

Saat ini, rasio elektrifikasi Jawa Timur telah mencapai 99 persen. Namun, Gubernur Khofifah menegaskan masih diperlukan intervensi langsung untuk menjangkau kelompok masyarakat yang belum menikmati akses listrik.

“Saat ini rasio elektrifikasi Jawa Timur sudah 99 persen. Kita ingin mengintervensi secara lebih masif melalui program yang berdampak langsung dan

menyasar kebutuhan dasar rumah tangga miskin,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (5/2).

Anggaran Rp7,89 Miliar dari APBD 2026

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,89 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Anggaran ini digunakan untuk pembiayaan Bantuan Instalasi dan Sambungan Rumah (IRSR) yang pelaksanaannya bekerja sama dengan PT PLN (Persero). Selain itu, setiap penerima manfaat juga mendapatkan token listrik senilai Rp300.000.

“Token listrik tersebut dapat digunakan hingga sekitar enam bulan pemakaian awal, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelas Khofifah.

Syarat Penerima Listrik Gratis

Secara teknis, calon penerima bantuan diusulkan melalui mekanisme identitas penerima IRSR. Pengusulan dilakukan melalui surat usulan belanja program kepada gubernur yang memuat jumlah RTM calon penerima sambungan listrik.

Data penerima wajib tercantum dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 4, serta diinput melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Selain tergolong rumah tangga miskin, calon penerima juga harus berada di wilayah yang telah terjangkau jaringan listrik PT PLN (Persero), meski belum memiliki sambungan listrik secara mandiri.

“Penerima listrik gratis wajib masuk DTSEN desil 1 sampai 4. Data calon penerima telah tersedia di perangkat daerah,” tegasnya.

Dapat Masa Pemeliharaan Satu Tahun

Tidak hanya pemasangan, Pemprov Jatim juga memberikan masa pemeliharaan instalasi selama satu tahun bagi penerima bantuan. Monitoring dan

evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Pada 2026, penerima program listrik gratis tersebar di berbagai daerah, di antaranya Pacitan (400 RTM), Ponorogo (300), Trenggalek (300), Tulungagung (100), Kabupaten Blitar (178), Kabupaten Kediri(200),

Kabupaten Malang (100), Banyuwangi (300), Bondowoso (100), Situbondo (100), dan Kabupaten Probolinggo (20).

Dorong Kualitas Hidup Masyarakat Miskin

Gubernur Khofifah optimistis, program ini tidak hanya mendorong tercapainya rasio elektrifikasi 100 persen, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin di Jawa Timur.

“Dengan intervensi ini, kami optimistis target elektrifikasi 100 persen di Jawa Timur dapat segera terwujud sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(mus)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Gubernur Khofifah #Jawa Timur #elektrifikasi