Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nabung 11 Tahun, Warga Daftar Haji Bawa 13 Kaleng Uang Koin

Muhammad Firman Syah • Jumat, 6 Februari 2026 | 09:39 WIB

 

Ikhtiar: Nasrudin menunjukkan 13 kaleng berisi uang koin yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun demi mendaftar ibadah haji.
Ikhtiar: Nasrudin menunjukkan 13 kaleng berisi uang koin yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun demi mendaftar ibadah haji.

Radar Surabaya - Pagi itu, langkah Nasrudin terasa pelan namun mantap saat memasuki bank. Di tangannya bukan map berisi dokumen penting, bukan pula tas berisi uang kertas bernilai besar. Ia membawa 13 kaleng sederhana. Kaleng-kaleng itulah yang menjadi saksi perjalanan panjang ikhtiarnya selama 11 tahun.

Di dalam setiap kaleng tersimpan uang koin. Receh-receh yang dikumpulkan dari sisa penghasilan harian. Uang kembali dari belanja, kelebihan hasil kerja, atau pecahan kecil yang sering kali dianggap tak berarti. Bagi Nasrudin, justru dari situlah harapan itu dirawat.

Menabung koin bukan pilihan tanpa alasan. Ia sengaja melakukannya agar lebih disiplin. Setiap kali memasukkan koin ke dalam kaleng, ia merasa sedang mengikat janji dengan dirinya sendiri. Janji untuk bersabar. Janji untuk tidak menyerah. Janji untuk terus melangkah, meski perlahan.

Tahun demi tahun berlalu. Kaleng demi kaleng terisi. Tak ada hitung-hitungan pasti berapa jumlah yang sudah terkumpul. Yang ada hanya keyakinan bahwa niat baik, jika dirawat dengan konsistensi, akan menemukan jalannya sendiri.

“Hari ini kami punya niat dan ikhtiar untuk bisa mendaftar haji dari hasil menabung receh. Semoga ini bisa memberi semangat bagi yang lain,” ucap Nasrudin lirih kepada awak media, dengan mata yang tak bisa sepenuhnya menyembunyikan rasa haru.

Petugas bank sempat terdiam ketika Nasrudin membuka satu per satu kaleng tersebut. Bukan karena nilainya semata, melainkan karena cerita di baliknya. Proses penghitungan pun dilakukan bertahap. Ribuan koin dihitung dengan sabar, seolah mengikuti ritme perjalanan Nasrudin selama belasan tahun terakhir.

Saat penghitungan usai, angka yang muncul berada di kisaran Rp55 juta hingga Rp60 juta. Jumlah yang cukup untuk mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji. Angka itu bukan sekadar nominal, melainkan akumulasi dari kesabaran, ketekunan, dan keyakinan yang tak pernah padam.

Bagi Nasrudin, mendaftar haji bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci. Perjalanan menabung itulah yang justru menjadi bagian paling bermakna. Setiap koin adalah doa. Setiap kaleng adalah pengingat bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari hal-hal kecil. (naa/fir)

 

 

Editor : M Firman Syah
#makkah #haji #menabung #receh #kaleng