RADAR SURABAYA - Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum gus terhadap sejumlah model di Malang viral. Jagat media sosial di Malang digemparkan oleh pengakuan sejumlah perempuan yang bekerja sebagai model atau muse.
Mereka mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang pemuka agama atau gus yang cukup dikenal.
Modus yang digunakan adalah tawaran syuting konten YouTube bertema sumpah pocong, yang ujungnya mengarah pada tindakan asusila.
Peristiwa ini mencuat setelah salah seorang talent bernama Sovi membagikan pengalaman pahitnya melalui akun Instagram @sovinovitav. Unggahannya viral dan menjadi peringatan bagi komunitas muse di Malang.
“Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema ‘sumpah pocong’,” tulis Sovi, Kamis (5/2).
Sovi menuturkan, awalnya ia menerima tawaran pekerjaan syuting dengan akting ringan melalui sebuah akun Instagram.
Namun, kejanggalan mulai dirasakan saat tiba di lokasi di daerah Pakis, Kabupaten Malang. “Pas sampai lokasi aku ngerasa ganjel banget, soalnya cowok-cowok semua di situ,” ujarnya.
Menurut pengakuannya, sesi syuting pertama dilakukan di lokasi penyembelihan hewan yang tidak lazim.
Situasi semakin mencekam ketika ia dipanggil asisten pelaku dan dihadapkan langsung dengan sosok gus.
Sovi mengaku diberi susu panas dan diarahkan mengikuti aktivitas ‘pembuktian spiritual’. Pelaku diduga menggunakan ramalan buruk untuk mengguncang mental korban.
“Dua bulan ke depan kamu bakal mendapatkan kesialan entah itu lumpuh atau jatuh. Tiga sampai empat bulan kamu bakal mendapatkan kesuksesan,” tulis Sovi menirukan ucapan pelaku.
Di bawah tekanan mental, korban kemudian diminta masuk ke kamar pelaku untuk memijat. Sovi mengaku pelaku sempat melontarkan ucapan yang menjurus pada tindakan asusila.
Ia akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan berpura-pura tidur hingga meninggalkan lokasi pada dini hari.
“Setidaknya kita bisa saling mengingatkan. Nggak perlu hate speech, cukup report dan block akun media sosialnya,” tegasnya.
Kisah serupa juga dialami talent lain, Rizka (@rizkanhy). Ia menyebut oknum gus tersebut memiliki jutaan pengikut di TikTok dan sering mencari talent perempuan untuk syuting tanpa konsep jelas.
“Oknum Gus ini punya followers banyak, bahkan jutaan di TikTok. Dia sering hire muse perempuan untuk dijadikan talent dan briefing-nya gak jelas,” ujarnya.
Rizka menambahkan, di tengah proses syuting, crew tiba-tiba mengarahkan talent untuk membuat adegan sumpah pocong.
“Take-nya itu molor banget, dan di tengah take, baru kita tahu kalau diminta sumpah pocong,” katanya.
Ia juga menegaskan adanya dugaan tindakan asusila. “Aku punya bukti chat, gus itu ngajak kerjasama, yang ujungnya kasih emoticon Love. Wajar gak seorang gus melakukan itu?” pungkasnya.
Kasus dugaan pelecehan ini kini menjadi sorotan publik. Para korban memilih speak up di media sosial sebagai langkah pencegahan agar komunitas muse dan talent lebih waspada terhadap tawaran syuting yang tidak jelas. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari