Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kelompok Rentan Harus Hati-Hati, Dinkes Deteksi 18 Pasien Super Flu di Jatim

Mus Purmadani • Jumat, 9 Januari 2026 | 20:08 WIB
JANGAN PANIK: Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha meminta masyarakat tak perlu panik terkait wabah super flu.(IST/RADAR SURABAYA)
JANGAN PANIK: Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha meminta masyarakat tak perlu panik terkait wabah super flu.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur (Jatim) memastikan temuan kasus influenza A subtipe H3N2 clade K di wilayah Jawa Timur masih dalam kondisi terkendali. Masyarakat diminta tidak panik dan tetap disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama bagi kelompok rentan.

Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono menegaskan, virus yang belakangan disebut sebagai super flu tersebut tidak memiliki karakteristik khusus yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

“Perlu dipahami masyarakat bahwa tidak ada yang khusus dengan super flu. Ini sama seperti influenza yang lain,” ujar dr Erwin, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, hingga saat ini tercatat 18 pasien yang terdeteksi melalui sistem surveilans kesehatan. Seluruh pasien mengalami gejala ringan dan telah sembuh dalam waktu sekitar satu minggu.

“Keluhannya relatif ringan, panas dan pilek. Belum ada laporan yang mengarah pada sesak napas atau kondisi berat,” jelasnya.

Menurut dr Erwin, mutasi pada virus influenza merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Mutasi tersebut merupakan mekanisme alami virus untuk bertahan hidup.

“Virus itu prinsipnya terus bermutasi. Itu bagian dari mekanisme mempertahankan diri. Tapi bagi kami di bidang medis, yang terpenting adalah keberadaannya terus dimonitor,” ujarnya.

Meski situasi masih terkendali, Dinkes Jatim mengingatkan kelompok dengan daya tahan tubuh rendah agar meningkatkan kewaspadaan. Kelompok tersebut meliputi bayi, ibu hamil, lansia, serta pasien dengan penyakit penyerta seperti keganasan. “Mereka lebih rentan. Jadi perlu ekstra hati-hati,” tegas Erwin.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, khususnya saat sedang sakit atau berada di kerumunan. Selain itu, vaksinasi influenza juga disarankan sebagai upaya perlindungan tambahan.

“Vaksin memang tidak melindungi 100 persen, tetapi bisa mengurangi keparahan penyakit dan menurunkan risiko kematian,” katanya.

Terkait kebijakan penggunaan masker secara wajib, Erwin menyebut hingga saat ini belum diperlukan penerbitan surat edaran khusus. Edukasi kepada masyarakat dinilai lebih efektif dibandingkan penerapan aturan yang bersifat memaksa.

“Masker itu bukan hanya untuk influenza. TBC, pneumonia juga perlu. Kalau merasa tidak nyaman atau berisiko, silakan pakai masker,” tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh kasus yang terdeteksi merupakan hasil surveilans sentinel yang berpusat di Kota Malang dan tidak berkaitan dengan perjalanan ke luar negeri. Kondisi seluruh pasien saat ini dilaporkan terus membaik.

“Surveilans ini untuk melihat tren. Kalau trennya masih sesuai pola musim seperti tahun-tahun sebelumnya, maka fokus kita adalah monitoring dan menenangkan masyarakat,” jelasnya.

Mayoritas pasien berasal dari kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi antara laki-laki dan perempuan yang relatif seimbang.

Seluruh kasus di Jawa Timur terdeteksi melalui site sentinel di Kota Malang, yakni Puskesmas Dinoyo untuk kasus Influenza Like Illness (ILI) dan RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk kasus Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Rinciannya, sebanyak 17 pasien ILI berdomisili di Kota Malang, sementara satu pasien SARI berasal dari Kabupaten Pasuruan.

“Dari 18 pasien yang diperiksa, semuanya tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Hanya satu pasien yang sempat menjalani perawatan di RSSA Malang pada September 2025,” ungkap Erwin.

Wagub Jatim Pastikan Penanganan Super Flu Sesuai SOP

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan kesiapan layanan kesehatan di seluruh daerah terus dijaga. Ia memastikan seluruh Dinas Kesehatan di semua jenjang telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) penanganan penyakit menular.

“Semua penanganan penyakit menular sudah ada SOP-nya yang diterapkan Dinas Kesehatan. Karena ini kategorinya flu, yang pertama dilakukan adalah memastikan langkah-langkah penanganan yang tepat. Sampai hari ini kapasitas itu dijaga dan dipastikan di semua jenjang, di semua daerah,” kata Emil.

Selain penanganan, Emil menekankan pentingnya upaya pencegahan penyebaran dan penularan penyakit melalui penerapan PHBS, baik secara umum maupun berbasis lokasi tertentu.

“Yang kedua tentu bagaimana mencegah penyebarannya dan penularannya. Ini kembali kepada PHBS, bisa yang berbasis umum maupun location specific,” jelasnya.

Ia mencontohkan penerapan PHBS berbasis lokasi di lingkungan sekolah. Emil mendorong penguatan peran unit kesehatan sekolah melalui sinergi Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap siswa yang mengalami gejala flu.

“Di sekolah-sekolah, bagaimana memastikan unit kesehatan sekolah bisa meningkatkan kewaspadaan. Siswa-siswi yang mungkin flu segera diarahkan untuk beristirahat atau berobat sehingga mengurangi potensi penularan,” ujarnya.

Emil juga mengingatkan agar tidak menggunakan istilah klaster karena berkonotasi negatif. Ia lebih memilih istilah location specific untuk menggambarkan pendekatan pencegahan berbasis tempat.

Untuk pencegahan secara umum, Emil menilai penggunaan masker saat sedang flu merupakan budaya sehat yang perlu terus dibiasakan.

“Kalau sedang flu, menggunakan masker itu sudah paling bagus. Itu budaya yang keren dan sebenarnya sudah diterapkan di negara-negara lain,” katanya.

Terkait perkembangan jumlah kasus, Emil memastikan Dinas Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan secara berkala.

“Angka itu biasanya berkorelasi dengan kepadatan dan jumlah penduduk. Tapi mau tertinggi atau tidak, kita harus selalu antisipatif terhadap kondisi kesehatan masyarakat untuk semua jenis penyakit,” pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Berita Jawa Timur terbaru #wagub #dinkes #Berita Jawa Timur #hari ini #ciri-ciri #jumlah #awal #pasien #Super Flu #dimana #kepala #Berita Kesehatan Hari Ini #jawa timur (jatim) #sakit #jatim #wabah #lokasi #terbanyak #update #gejala #saja #emil