RADAR SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas
Pendidikan resmi mengumumkan hasil Seleksi Tahap I Seleksi Penerimaan
Murid Baru (SPMB) pada enam SMA Negeri Taruna Jawa Timur Tahun Ajaran
2026. Peserta yang dinyatakan lolos kini bersiap mengikuti Seleksi
Tahap II.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai,
menegaskan seluruh tahapan SPMB SMA Negeri Taruna dilaksanakan secara
objektif, transparan, dan akuntabel.
“Seluruh proses ini untuk menjaring calon peserta didik terbaik dari
berbagai daerah di Indonesia,” ujar Aries, Senin (29/12).
Menurutnya, SMA Negeri Taruna Jawa Timur dirancang sebagai lembaga
pendidikan pembinaan generasi muda yang unggul secara akademik, kuat
dalam karakter, serta memiliki jiwa kepemimpinan. “Karena itu, seleksi dilakukan secara ketat dan profesional,” tegasnya.
Seleksi Tahap I meliputi verifikasi berkas dan kelengkapan
administrasi calon peserta didik. Peserta yang lolos selanjutnya akan
mengikuti Seleksi Tahap II yang dilaksanakan secara bertahap pada 2–
11 Januari 2026. Adapun pengumuman kelulusan akhir dijadwalkan pada
19 Januari 2026.
Seleksi Tahap II dirancang secara komprehensif untuk menilai kesiapan
akademik, fisik, mental, dan karakter calon taruna. Tahapan seleksi
meliputi tes kesehatan umum dan kesehatan jiwa, tes psikologi, tes
kompetensi akademik, tes kesamaptaan jasmani, wawancara siswa dan
orang tua, hingga penentuan akhir (pantukhir).
Dalam pelaksanaannya, seleksi melibatkan tim profesional, mulai dari
tenaga medis rumah sakit rujukan, psikolog, unsur TNI/Polri sesuai
karakter sekolah Taruna, guru, hingga panitia dari Dinas Pendidikan
Jawa Timur.
Sementara itu, antusiasme masyarakat pada SPMB Tahun Ajaran 2026
mengalami peningkatan signifikan. Data Dinas Pendidikan Jatim
mencatat total pendaftar mencapai 5.402 calon peserta didik dari
puluhan provinsi di Indonesia, sementara kuota yang tersedia hanya
1.352 siswa.
Rinciannya, SMAN Taruna Nala Kota Malang mencatat 1.629 pendaftar
dari 38 provinsi untuk 210 kuota. SMAN 3 Taruna Angkasa Kota Madiun
diikuti 1.290 pendaftar dari 32 provinsi dengan kuota 270 siswa.
Selanjutnya, SMAN 2 Taruna Bhayangkara Kabupaten Banyuwangi menerima
652 pendaftar dari 35 provinsi untuk 250 kuota. SMAN 5 Taruna
Brawijaya Kota Kediri mencatat 1.381 pendaftar dari 28 provinsi untuk
270 kuota.
SMAN Taruna Madani Kabupaten Pasuruan memiliki 195 pendaftar dari 16
provinsi dengan kuota 136 siswa, sedangkan SMAN 2 Taruna Pamong Praja
Kabupaten Bojonegoro mencatat 255 pendaftar dari 18 provinsi untuk
216 kuota.
Jika dibandingkan tahun 2025, seluruh SMA Negeri Taruna di Jawa Timur
mengalami kenaikan jumlah pendaftar. SMAN Taruna Nala meningkat dari
1.034 menjadi 1.629 pendaftar, SMAN 3 Taruna Angkasa dari 877 menjadi
1.290 pendaftar, SMAN 5 Taruna Brawijaya dari 1.304 menjadi 1.381
pendaftar, serta SMAN Taruna Madani dari 142 menjadi 195 pendaftar.
Aries menilai peningkatan ini mencerminkan semakin kuatnya
kepercayaan publik terhadap model pendidikan Taruna di Jawa Timur
yang menekankan disiplin, kepemimpinan, karakter kebangsaan, serta
prestasi akademik.
“Informasi teknis lanjutan terkait Seleksi Tahap II dapat diakses
melalui kanal resmi masing-masing SMA Negeri Taruna Jawa Timur,”
pungkasnya. (*)