RADAR SURABAYA - Djoko Prihatin ditetapkan sebagai ketua terpilih dalam Musda Partai Golkar Kota Malang yang berlangsung di Kantor Golkar Jatim di Jalan A Yani Surabaya, Minggu (14/12). Proses Musda Golkar Kota Malang tersebut sempat mengalami dinamika secara internal kader.
"Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan," kata Djoko saat sambutan seusai penutupan Musda.
Djoko tak memungkiri bahwa Musda ini memang sempat mengalami dinamika luar biasa dibanding daerah lainnya.
Sehingga sebagai ketua terpilih, ia menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi. Soliditas ini dinilai Djoko sebagai modal penting untuk masa depan partai ke depan.
Djoko pun memastikan akan mengakomodasi seluruh unsur untuk kepengurusan periode mendatang.
Termasuk yang berseberangan sekalipun. Terlebih, Djoko memasang target dapat mengerek suara maupun perolehan kursi Partai Golkar di Kota Malang pada Pemilu mendatang.
Pada Pemilu 2024 sebelumnya, Golkar Kota Malang berhasil memiliki 6 kursi di DPRD. "Target kami gak muluk-muluk, yaitu 2 kursi dari yang sudah ada saat ini. Insyaallah jadi 8 kursi," katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi mengisyaratkan bahwa dinamika dalam partai politik merupakan hal lumrah. Termasuk, terkait adanya protes mengapa pelaksanaan Musda Kota Malang ditarik ke Golkar provinsi.
Namun diluar itu semua, Ali meminta agar ketua terpilih hasil Musda bisa menggencarkan konsolidasi untuk penentuan personalia struktur kepengurusan. Partai Golkar Jatim menekankan untuk tetap menjaga soliditas internal.
"Kepengurusan harus mencerminkan konfigurasi yang ada di Kota Malang. Harus bisa merangkul semua," ujar Ali.
Disisi lain, Ali Mufthi meminta agar ketua DPD Golkar Kota Malang yang baru ini bisa meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu mendatang. Target harus ditetapkan. "Minimal harus nambah dua kursi," ujar anggota DPR RI ini. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista