“Kita harus sama-sama memastikan guru mendapatkan penghormatan yang layak. Karena ketika marwah guru ditegakkan, pendidikan kita pun akan berjalan lebih baik.”
Hikmah Bafaqih
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur
RADAR SURABAYA - Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menyoroti kondisi kesejahteraan guru serta maraknya kasus kriminalisasi yang menimpa tenaga pendidik.
Ia menyebut masih ada rasa malu setiap kali memasuki momentum Hari Guru (25 November) karena persoalan yang dibahas dari tahun ke tahun tetap sama: kesejahteraan yang belum benar-benar tuntas.
"Kalau boleh jujur, malu rasanya. Setiap Hari Guru, setiap tahun, kita masih berbicara soal well-being atau kesejahteraan mereka. Rasanya kepingin suatu saat kita bisa mulai bicara hal lain, seperti peningkatan kompetensi, mengajak mereka bersama-sama menjemput perubahan yang dinamis di antara anak-anak kita," ujar Hikmah, Minggu (23/11).
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru tak akan optimal tanpa kepastian kesejahteraan.
Guru akan lebih siap bertransformasi ketika tidak lagi dibebani masalah ekonomi.
“Kita ingin suatu saat dengan tenang dan bangga meminta guru menguatkan kompetensinya karena urusan kesejahteraan sudah selesai diberikan,” tegasnya.
Selain persoalan kesejahteraan, Politisi PKB ini juga menyoroti kriminalisasi terhadap guru yang hingga kini masih terjadi.
Ia menyebut banyak kasus yang naik hingga ranah hukum, justru dipicu faktor-faktor yang tidak terkait langsung dengan proses pendidikan.
“Kadang, ternyata persoalan sampai ke ranah hukum karena hal-hal di luar pendidikan. Ada yang didasari dendam, ada yang terkait pemerasan untuk mendapatkan dana, dan sebagainya. Banyak motif yang kurang sehat,” ungkapnya.
Menurut Hikmah, kondisi ini sangat memprihatinkan karena guru menjadi sasaran saat mereka sedang menjalankan tugas mendidik siswa.
Lebih parah lagi, ia menambahkan, sejumlah kasus terjadi bukan karena tindakan guru semata, tetapi karena ada kepentingan lain yang ikut bermain.
“Ini harus dikaji. Mengapa penghormatan terhadap guru semakin rendah? Guru adalah sosok mulia yang berusaha membentuk anak-anak kita menjadi manusia yang bermanfaat. Sudah seharusnya mereka ditempatkan pada posisi yang mulia,” tegasnya.
Hikmah menekankan perlunya kerja bersama antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk mengembalikan martabat guru.
Ia berharap ke depan peringatan Hari Guru tak lagi dipenuhi keluhan kesejahteraan maupun kasus-kasus kriminalisasi.
“Kita harus sama-sama memastikan guru mendapatkan penghormatan yang layak. Karena ketika marwah guru ditegakkan, pendidikan kita pun akan berjalan lebih baik,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa