RADAR SURABAYA – Bandara Dhoho Kediri resmi kembali beroperasi dengan melayani penerbangan rute Kediri–Jakarta dan sebaliknya. Keberadaan bandara ini menjadi angin segar bagi masyarakat Jawa Timur (Jatim) bagian selatan yang selama ini mengharapkan kemudahan akses transportasi udara.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Khusnul Arif, menyambut baik beroperasinya kembali bandara tersebut. Menurutnya, Bandara Dhoho merupakan simbol kemajuan dan optimisme baru bagi masyarakat di kawasan selatan Jatim.
“Seyogyanya nanti akan ada tiga kali penerbangan dalam satu minggu, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat,” ujar Khusnul, Selasa (11/11).
Politisi Partai NasDem ini mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap penerbangan perdana cukup tinggi. Dari total 180 kursi, sebanyak 129 penumpang (72 persen) terisi untuk rute Jakarta–Kediri, sementara untuk rute sebaliknya Kediri–Jakarta tingkat keterisian mencapai 93 persen atau 168 penumpang.
“Ini tren positif yang semoga terus berkelanjutan. Ke depan, kami berharap ada tambahan jadwal penerbangan, tidak hanya ke Jakarta, tetapi juga ke provinsi lain di Indonesia,” ujarnya.
Khusnul juga mengapresiasi langkah strategis Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Ditho) dan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) yang aktif mendukung pengoperasian bandara melalui berbagai inisiatif kreatif.
Salah satunya adalah program promosi wisata, di mana penumpang dapat menukarkan boarding pass dengan diskon penginapan atau tiket gratis masuk tempat wisata di wilayah sekitar Kediri.
“Upaya strategis seperti ini harus dikembangkan. Tidak hanya di sektor pariwisata, tapi juga di bidang lain seperti UMKM, agar dampak ekonomi terasa lebih luas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khusnul menegaskan bahwa kehadiran Bandara Dhoho akan memperkuat konektivitas wilayah dan menjadi motor penggerak ekonomi kawasan selatan Jawa Timur.
Menurutnya, ada 13 kabupaten/kota yang akan merasakan manfaat langsung dari pengoperasian bandara ini, di antaranya Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Magetan, dan Nganjuk.
“Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan badan usaha, Bandara Dhoho akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi. Ini langkah besar menuju pemerataan pembangunan di Jawa Timur bagian selatan,” tegas Khusnul.
Ia juga mendorong Pemprov Jawa Timur untuk lebih aktif dalam mempromosikan potensi daerah serta mendukung eksistensi Bandara Dhoho melalui komunikasi publik yang masif.
“Pemprov harus hadir secara langsung. Tidak hanya mendukung dari sisi kebijakan, tapi juga mempromosikan Bandara Dhoho dan potensi wisata maupun ekonomi di wilayah sekitarnya,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto