Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragedi Sevi Ayu Claudia Guncang Komunitas Ojol, Publik Kritik Keamanan Pekerja Lapangan

Muhammad Firman Syah • Rabu, 30 Juli 2025 | 01:14 WIB
evi Ayu Claudia, 30, seorang pengemudi ojek online perempuan, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di dalam kardus di kawasan Kedamean, Gresik, pada Sabtu (26/7).
evi Ayu Claudia, 30, seorang pengemudi ojek online perempuan, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di dalam kardus di kawasan Kedamean, Gresik, pada Sabtu (26/7).

Gresik – Sevi Ayu Claudia, 30, seorang pengemudi ojek online perempuan, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di dalam kardus di kawasan Kedamean, Gresik, pada Sabtu (26/7). Kejadian ini memicu keprihatinan publik dan komunitas ojol di berbagai daerah, serta mendorong tuntutan agar pemerintah memperkuat perlindungan bagi pekerja lapangan, khususnya perempuan.

Sevi dikenal sebagai sosok pekerja keras yang mandiri. Meski berpendidikan sarjana, ia memilih menjadi driver ojol dan pengantar makanan demi mencukupi kebutuhan hidup secara halal.

"Dia baik, nggak banyak omong, suka menyapa kalau ketemu di jalan. Meski lulusan S1, dia nggak malu jadi ojol dan kurir makanan," tulis akun @riakhasandi_059 di media sosial.

Ungkapan duka dan kenangan akan sosok Sevi membanjiri media sosial. Warganet menyoroti bahwa profesi ojol bukanlah cerminan kondisi ekonomi rendah, melainkan bagian dari dinamika ekonomi digital yang dijalani berbagai kalangan.

"Dulu awal-awal ada ojol, saya pernah ketemu driver yang ternyata dosen. Banyak kok yang ambil kerja ojol untuk sampingan," ungkap akun @winda.yuniar.

 Baca Juga: Rekan Komunitas Ojol Perempuan Kenang Sosok Sevi Ayu Claudia, Dorong Penegakan Keadilan

Dari pihak keluarga, Sevi dikenal sebagai pribadi yang ramah, rajin, dan cepat berbaur. Salah satu kerabatnya mengenangnya sebagai mahasiswa yang penuh semangat.

"Orangnya semangat banget kalau belajar, cepat akrab juga," ujar akun @oktawakhdiantoro, kakak angkatan Sevi di kampus.

Meski dikenal ceria, Sevi sempat menghadapi persoalan finansial. Akun @empek_misteri mengungkap bahwa Sevi pernah meminjamkan uang hingga puluhan juta rupiah kepada sejumlah teman.

"Menurut keterangan kakak saya yang ketiga, Mbak Sevi ini sering ngutangin uang ke teman-temannya, sampai Rp45 juta. Jaminannya HP," tulis akun tersebut.

Pada hari nahas tersebut, Sevi diketahui berpamitan untuk mengantar barang sekaligus menagih utang. Setelah itu, pihak keluarga kehilangan kontak dan baru mengetahui kabar duka dari kepolisian.

"Langsung satu keluarga syok berat," lanjutnya.

Komunitas driver ojol turut mengantar jenazah Sevi ke rumah duka dan mendukung proses pemakaman. Pihak keluarga menyampaikan apresiasi atas solidaritas yang ditunjukkan oleh rekan-rekan sejawat almarhumah.

"Teman-teman ojol yang setia menunggu kedatangan jenazah Kak Sevi, mewakili keluarga, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya," kata seorang anggota keluarga.

Kasus ini menambah daftar kekhawatiran terhadap perlindungan pekerja informal di lapangan. Pemerintah daerah saat ini masih memfokuskan perhatian pada proses penegakan hukum. Namun, dorongan publik agar pemerintah menghadirkan regulasi keamanan dan perlindungan kerja, terutama bagi pengemudi ojol perempuan, semakin menguat.

Keluarga besar almarhumah berharap aparat penegak hukum dapat segera menuntaskan penyelidikan dan menghukum pelaku dengan seadil-adilnya. Tragedi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi atas sistem keamanan dan kesejahteraan bagi pekerja sektor informal yang berkontribusi besar terhadap ekonomi digital Indonesia. (wid/gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#ojol #Komunitas Ojol #tragedi #pembunuhan berencana #Sevi Ayu Claudia