RADAR SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menilai kemajuan teknologi dan era digital saat ini membuka banyak peluang. Termasuk kesempatan untuk belajar, berkreasi, hingga mewujudkan mimpi. Namun di sisi lain, juga muncul tantangan yang tak bisa diabaikan.
“Ancaman disinformasi, kecanduan gawai, dan menurunnya interaksi sosial menjadi tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya, Kamis (24/7).
Karena itu, menurut Aries, pendampingan dan perlindungan terhadap anak sangat penting. Terlebih, kasus kekerasan dan bullying yang masih terjadi di lingkungan pendidikan juga menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak. Termasuk orang tua, guru, hingga masyarakat sekitar.
Ia menegaskan, pencegahan kekerasan dan bullying harus dilakukan lewat penguatan pendidikan karakter di sekolah. Dengan begitu, siswa akan terbiasa untuk saling menghargai, menghormati, dan menjaga kerukunan.
“Pendidikan karakter ini tidak bisa hanya dibebankan kepada guru dan sekolah. Orang tua juga harus ikut terlibat. Karena separuh kehidupan anak ada di sekolah, tapi separuh lainnya ada di lingkungan masyarakat dan keluarga yang turut membentuk karakter mereka,” jelasnya.
Aries berharap, ke depan suasana pendidikan di Jatim semakin aman dan nyaman bagi anak. Semua pihak diminta ikut terlibat secara aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, serta bebas dari kekerasan maupun bullying.
“Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan anak-anak kita dalam belajar dan bertumbuh,” pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek