Tulungagung- Pagi yang semula tenang di Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi kepanikan dan duka. Dentuman keras menggelegar di udara, memecah sunyi dan mengguncang hati warga. Sebuah balon udara yang membawa petasan dalam jumlah besar meledak hebat dan serpihannya jatuh tepat di atas rumah seorang warga, Kamis (2/4).
Rumah milik Turmudi, warga setempat, mengalami kerusakan cukup parah. Atap bagian depan roboh, kaca jendela pecah berhamburan, dan halaman dipenuhi sisa ledakan. Di samping rumah, sebuah mobil Toyota Avanza berpelat nomor DK 1643 AB milik Mujadi, kerabat Turmudi yang sedang mudik dari Bali, ringsek di bagian kiri akibat terkena ledakan.
Mujadi sendiri mengalami luka ringan di pipi akibat terkena pecahan benda keras saat berusaha menyelamatkan diri. Warga yang menyaksikan kejadian itu tak kuasa menahan syok. Harmudi, tetangga korban, mengaku sempat melihat balon udara melintas dari arah utara sebelum terdengar ledakan keras.
“Balonnya besar, ada suara petasan meledak satu kali di udara, lalu jatuh ke rumah Pak Turmudi dan meledak lagi. Kami semua panik,” ujarnya kepada wartawan.
Kapolsek Bandung, AKP Moh Anwari, dalam keterangannya membenarkan peristiwa ini. Ia menyatakan bahwa olah tempat kejadian perkara telah dilakukan bersama tim Inafis Polres Tulungagung. Dari hasil penyelidikan sementara, balon udara tersebut diketahui diterbangkan dari arah utara, tepatnya dari Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek—sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.
“Sudah ada saksi mata yang menyatakan melihat asal muasal balon tersebut. Kami akan proses secara hukum,” tegas AKP Anwari.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita beberapa barang bukti seperti botol bekas bahan bakar minyak, tali pembakaran, serta sisa-sisa kerangka balon. Identitas terduga pelaku sudah dikantongi, namun saat ini masih dalam pengejaran.
“Diduga pelakunya adalah anak-anak muda yang kabur saat warga mulai mendekat,” tambahnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, perasaan trauma dan kecemasan masih menyelimuti warga. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Editor : M Firman Syah