Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kakak Beradik Alumnus PTN Ternama di Surabaya Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah di Kediri, Diduga Depresi Ditinggal Orang Tua

Jay Wijayanto • Rabu, 8 Januari 2025 | 00:58 WIB
PERIKSA TKP: Petugas Inafis Polres Kediri dan anggota Polsek Ngadiluwih melakukan pemeriksaan di rumah kakak beradik yang ditemukan tewas membusuk di Kediri.
PERIKSA TKP: Petugas Inafis Polres Kediri dan anggota Polsek Ngadiluwih melakukan pemeriksaan di rumah kakak beradik yang ditemukan tewas membusuk di Kediri.

RADAR SURABAYA - Warga Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri digemparkan dengan adanya penemuan dua mayat perempuan di dalam rumah, Minggu (5/1). Kedua mayat perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi yang sudah membusuk di dalam kamar.

Setelah diidentifikasi, kedua mayat perempuan tersebut ternyata adalah kakak beradik yakni FP, 45, dan YF, 43. Mayat ini ditemukan pertama kali oleh seorang tetangga yang tengah mencari rumput di area rumah korban.

Curiga karena mencium bau tak sedap yang berasal dari rumah korban, tetangga tersebut kemudian langsung melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa setempat dan Polsek Ngadiluwih.

Setelah mendapatkan laporan, polisi bersama beberapa perangkat desa mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan.

Betapa terkejutnya mereka setelah membuka pintu kamar, karena di dalamnya sudah terbujur dua mayat perempuan kakak beradik yang tergeletak dengan kondisi setengah membusuk.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian kedua korban. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kekerasan ataupun tindakan bunuh diri pada keduanya. Berdasarkan analisa kepolisian, diduga kakak beradik ini telah meninggal dunia sejak lima hari yang lalu.

Berdasarkan pengakuan dari Kepala Desa Rembang, Edi Nur Santosa, kedua kakak beradik ini diketahui sangat tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Bahkan ketika pihak desa memberikan bantuan, mereka seringkali tidak mau merespons atau membukakan pintu rumah.

Seorang kerabat bernama Yuyun mengungkapkan bahwa FP dan YF mengalami depresi. Keduanya depresi karena ditinggal kedua orang tuanya. 

Diketahui ibu korban telah meninggal sementara sang ayah sudah menikah lagi dan tinggal terpisah dengan mereka.

“Mereka tidak setuju bapaknya menikah lagi hingga akhirnya menutup diri. Bahkan bapaknya sendiri tidak diperbolehkan masuk rumah. Tahun 2022, bapaknya meninggal karena diabetes, mereka seakan tidak peduli,” tutur Yuyun.

 

Keduanya sempat bekerja, namun memutuskan resign dan kembali ke kampung halamannya. Sejak itulah, keduanya yang belum berumah tangga menjadi pendiam dan menutup diri di rumah.

Menurut Edi Santosa, korban berasal dari keluarga yang cukup berada. “Mereka itu sarjana, yang satu lulusan Unair, satunya ITS. Dulu terkenal pintar sebelum mengalami depresi. Mereka juga punya sawah, tapi pengelolaannya diserahkan kepada keluarga,” tambahnya.

Meskipun muncul dugaan bahwa korban menderita depresi, polisi sampai saat ini masih belum dapat memastikan apakah hal tersebut menjadi penyebab kematian keduanya. Hasil otopsi kedua jenazah kakak beradik ini masih dianalisis lebih lanjut di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. (gus/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#ngadiluwih kediri #kakak beradik #Bunuh Diri #depresi #penemuan mayat