RADAR SURABAYA – Di tengah suasana khidmat acara haul akbar dua imam atau guru besar sebuah pondok pesantren di kota Malang yang dihadiri ribuan jemaah, Sabtu (28/12), diduga terjadi percobaan pelecehan seksual sesama jenis.
Berdasarkan video dengan durasi semenit yang diunggah oleh akun @malangraya_info di Instagram, Minggu (29/12), terlihat seorang pelaku yang mengenakan baju koko coklat muda berpeci dan bersarung hitam terciduk lantaran melakukan percobaan aksi tak senonoh.
“Ngapain tanyak-tanyak (alat vital pria) gitu?,” ujar perekam yang menciduk aksi pelaku dengan nada yang membentak.
Pelaku yang terciduk pun hanya bisa mengelak dan langsung pergi dari lokasi kejadian.
Sedangkan perekam terus mengintimidasi pelaku dan berhasil merekam wajah, postur tubuh dan pakaian yang dikenakan pelaku.
Sementara itu, menurut keterangan korban, awalnya pelaku yang tidak dikenal itu datang menghampirinya yang saat itu sedang santai duduk di sebuah minimarket di Jalan Nusakambangan, Kec. Klojen, Malang, dan mengajaknya untuk mengobrol.
Percakapan tersebut berlangsung baik baik sampai kemudian pelaku tiba tiba menanyakan ukuran dari alat vital korban.
Tak sampai di situ, pelaku juga nekat mengajak korban pergi untuk sewa hotel. Korban yang sudah tidak nyaman lagi dengan kelakuan pelaku lantas memanggil temannya.
Teman korban yang mengetahui cerita tersebut langsung menuju ke lokasi kejadian untuk meminta penjelasan kepada pelaku. Namun, pelaku hanya bisa mengelak dan langsung pergi dari lokasi itu.
Unggahan dari @malangraya_info di Instagram ini telah dilihat sebanyak 1,9 juta kali dan menuai lebih dari 29 ribu jumlah like.
Netizen pun ikut berkomentar terkait aksi pelaku yang meresahkan itu layak mendapat tindakan tegas dan hukuman setimpal.
“rai rai boti ngono, mending langsung tumbalno ae nang jembatan suhat,” tulis @mas_xxx
“Kok gk mbok keprok ae ndas ee ambek helm,” ketik @kadxxxx
“di wantemi ae arek modelan ngene iki,” tulis @onaxxxx
“Toyor sepisan cek gk tuman sam, acara apik kok enek oknum kyk ngene,” ketik @_mxxxx (ken/jay)
Editor : Jay Wijayanto