RADAR SURABAYA – Sebuah video yang direkam seorang pria yang melarang pemuda bersepeda di alun alun Tulungagung viral di media sosial.
Kejadian berlangsung pada Minggu (3/11), namun kembali diunggah dan viral hingga saat ini.
Video ini menuai berbagai hujatan dari netizen hingga berujung pria yang bernama Vandy Putra bikin unggahan permintaan maaf.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @sorot.tulungagung pada Senin (4/11) itu merekam seorang pemuda yang menaiki sepeda BMX di lintasan skatepark tengah cekcok dengan perekam video dan Satpol PP setempat.
“Kita disediakan tempat seperti ini biar kita tidak main di jalan, bener gak?,” ucap pemuda dalam video.
Pemuda tersebut mengaku jika dirinya sudah melakukan hal benar dengan bermain BMX di skatepark yang diketahui merupakan sarana yang diberikan pemerintah untuk seluncur papan (skateboard), BMX, skuter, hingga seluncur roda yang bersifat agresif.
Setelah ditelusuri, pemilik video merupakan akun Instagram @v__putra alias Vandy Putra yang ia tulis dalam bio akunnya tersebut.
Vandy mengatakan jika si pemuda sebaiknya melakukan kegiatan BMX pada hari Senin hingga Sabtu, karena acara Car Free Day (CFD) hanya dilakukan pada hari Minggu, sehingga ia meminta si pemuda semestinya mengalah saja.
Namun si pemuda menjawab jika selain hari Minggu, ia bekerja. Sama halnya dengan orang-orang pada umumnya.
“Ada Senin sampe Sabtu kan? Ini kan cuma hari Minggu saja,” sanggah Vandy.
Tak mau kalah, Vandy kembali menyanggah jawaban si pemuda kalau ada pilihan sore hingga malam hari.
Hal ini kembali dibalikkan dengan mudah oleh si pemuda, mengapa bukan dia saja yang datang saat sore dan malam.
Vandy pun akhirnya meminta tolong pada petugas Satpol PP setempat untuk membantu menjelaskan kepada pemilik sepeda BMX tersebut.
“Sore bisa malem bisa, monggo pak jenengan sing anu,” lanjutnya.
Video kemudian beralih merekam si pemuda yang masih terlibat cekcok dengan para pria berseragam Satpol PP dari kejauhan.
Tak kunjung mendapat titik tengah, Vandy kembali mendekati mereka dan menjelaskan tentang perumpamaan mobil di jalan yang sedang ditutup karena CFD.
“Iya mas kondisional, kan punya anak kecil toh ini, kecuali hari Senin sampe Sabtu itu gakpapa, loh engga mas ini kan CFD ya, kalo mobil lewat ‘loh ini jalanku’ mosok ya ditabrak semua, lak enggak to. Nanti kalo baru ada anak kecil yang kena gimana?,” ucapnya.
Pada akhir videonya, Vandy tetap merasa jika ia benar telah menegur pemuda bersepeda BMX yang sedang bermain di jalur skatepark tersebut.
“Ngene kan ga bendino wong iso liburan, orang-orang dari pinggir-pinggir tulungagung kan liburan rene. Menurutku ngawur lur diomongi gak kenek, diomongi rodo mokong. Mosok ning dalan cfd, onok wong gowo truk “loh iki dalanku, nyapo mbok dandangi” kan enggak to. Kita harus sawang sinawang jeneng e wong,” pungkas Vandy.
Mendapat lebih dari 704 ribu penonton, unggahan dipenuhi dengan berbagai macam hujatan warganet.
“Seng video yo alay pisan, justru sebagai orang tua harusnya mengawasi anaknya biar ga maen ke tempat skate/bmx yang itupun sudah pada tempatnya, pak buk aloon* tulungagung kui guwede uwombo mosok kudu dolanan neng skatepark ANEHH,” tulis @awa***
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tambah Fasilitas Skate Park di Taman Harmoni untuk Wujudkan Kota Layak Anak
“Seng midio mendooo,” sebut @ram***
“Wong jibek dicekeli HP yo ngene iki,” kata @bang***
Mendapat banjir hujatan, Vandy turut menulis komentar yang disematkan oleh @sorot.tulungagung yang mengatakan permintaan maafnya dan berkata telah merencanakan pertemuan dengan komunitas BMX Tulungagung.
“Ngapunten sedulur sedanten, pun membuat gaduh. Kulo pun ngbrol kaleh yang saya videokan, mau ngbrol dan membahas niki. Kaleh rencang2 @nstbmx_tulungagung nggeh pun kontak, diaturr waktu ketemuannya. Sekali lagi ngapunten ingkang katah dulur dulur terutama dulur BMX, & Skateboard, Ngapunten pun salah perkataan dan tindakan,” tulis komentar @v__putra
Pada akun Instagram pribadinya, Vandy mengunggah video dirinya yang sedang bertemu dengan komunitas BMX Tulungagung sekaligus pemuda dalam video sebelumnya, Selasa (5/11).
“Malam kali ini akhirnya saya berkesempatan untuk menyampaikan permohonan maaf kepada kawan kawan @nstbmx_tulungagung dan mas @fahdbrb . Trimakasih sudah sangat welcome dan mengayomi, saya memohon maaf atas kejadian yang begitu gaduh dan membuat semua orang yang terdampak negatif atas video saya. Selanjutnya kedepan saya akan lebih selektif, bijak dan berhati hati dalam berkonten,” tulis Vandy dalam unggahannya.
Unggahan tersebut kembali dibanjiri komentar netizen. Hal ini terlihat dari 1,5 ribu lebih komentar pengguna Instagram.
Mendapat beberapa apresiasi dari netizen yang pada akhirnya cekcok berakhir damai, mayoritas komentar masih terlihat menghujat Vandy dengan kata-kata yang cukup menyakitkan. (ang/jay)
Editor : Jay Wijayanto