Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Santri di Ponpes Blitar Meninggal Akibat Dilempar Kayu Ustad

Nurista Purnamasari • Senin, 30 September 2024 | 02:52 WIB
MTS Plus Al Mahmud Blitar, lembaga pendidikan tempat santri yang meninggal dilempar kayu oleh ustad bersekolah.
MTS Plus Al Mahmud Blitar, lembaga pendidikan tempat santri yang meninggal dilempar kayu oleh ustad bersekolah.

RADAR SURABAYA – Peristiwa kekerasan kembali terjadi di lingkungan pendidikan.

Kali ini terjadi di pondok pesantren di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Seorang santri yang sekolah di MTS Plus Al Mahmud Blitar harus kehilangan nyawa akibat dilempar kayu berpaku oleh ustadnya, Terduga pelaku, yang berinisial U warga Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (15/9) pukul 06.00 WIB dan di luar jam sekolah.

Plt Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Blitar, Syaikhul Munib mengatakan, segera meminta keterangan pihak ponpes terkait setelah mendapatkan laporan kejadian memprihatinkan itu.

Saat itu, santri berinisial K bersama temannya diminta untuk mandi dan salat Duha, tapi korban tidak menghiraukan arahan ustadnya.

“Hal ini yang diduga membuat si pengajar terpancing emosi. Kemudian, ustad itu melempar kayu ke arah santri dan tidak sengaja mengenai bagian kepala anak didiknya itu. Tak disangka, ternyata pada kayu itu tertancap paku yang diduga mengenai kepala belakang korban,” ujar Munib, dikutip (29/9).

Saat itu, korban yang masih duduk di bangku kelas 8 MTs ini langsung tidak sadarkan diri, dan pihak ponpes langsung membawanya ke RSUD Srengat.

Namun, pihak pondok merasa pelayanan di rumah sakit tersebut kurang memadai sehingga korban dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sayangnya, perawatan di RSKK justru tidak banyak membantu penanganan luka korban. Korban sempat dirawat selama dua hari, hingga meninggal dunia pada Selasa (17/9).

Kini, kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan pihak ponpes bersedia kooperatif.

“Tindakan ustad atau pengajar melempar kayu kepada santri itu tidak dibenarkan. Kami harap kejadian ini tidak terjadi lagi. Kami terus berkomunikasi dengan pihak ponpes untuk penanganan yang terbaik, karena peristiwa ini menghilangkan nyawa anak-anak,” ungkapnya.

Munib mengatakan, peristiwa ini dapat dijadikan pelajaran untuk ponpes atau lembaga pendidikan yang lain agar tidak memakai kekerasan dalam melakukan pengajaran di dalam maupun luar kelas.

Bahkan, pihaknya juga kaget mendengar kabar ini sehingga langsung berkomunikasi dengan pengawas pendidikan di Kecamatan Ponggok.

Kemenag telah menjadwalkan pertemuan dengan pihak yayasan ponpes untuk langkah pencegahan dan tindak lanjut kasus ini.

Menurut dia, kekerasan dalam pendidikan tidak sesuai prinsip dari Kemenag. Selain itu, Kemenag akan lebih intensif melakukan pembinaan kepada lembaga pendidikan sehingga tercipta pendidikan ramah anak.

“Ponpes ini masih baru dua tahun beroperasi. Bahkan, izin operasionalnya masih berproses di Kemenag pusat. Namun, sepengetahuan kami, lembaganya berkembang bagus. Sayangnya, kami prihatin dengan kejadian ini,” tutur Munib.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar mengatakan, pihak Kepolisian sedang menindaklanjuti kejadian tersebut dengan memeriksa beberapa saksi. Baik dari pihak terduga pelaku, ponpes, maupun korban.

Menurut Samsul, korban sempat dibawa ke RSKK untuk dilakukan tindakan medis.

Namun, pihak rumah sakit tidak berani melakukan operasi karena kepala korban terjadi pendarahan hebat.

Jika dipaksakan dilakukan operasi sangat kecil kemungkinan untuk berhasil. Akhirnya, pihak rumah sakit tidak berani mengambil risiko dan korban meninggal dunia.

Polisi telah melakukan penyelidikan dengan menerbitkan surat perintah. Pihak ustad, guru madrasah, pemilik ponpes, hingga pihak rumah sakit juga sudah diperiksa. Namun, kini Polres Blitar Kota masih menunggu pihak korban. (jpc/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#santri tewas #Pondok Pesantren #MTS Plus Al Mahmud Blitar #blitar #santri #ustad