RADAR SURABAYA - Hasil Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi SMA Negeri dan SMK Negeri di Jatim telah diumumkan 29 Juni lalu.
Diketahui pendaftar jalur zonasi SMA sebanyak 87.628 siswa, namun yang diterima hanya 57.727 siswa.
Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan Jatim Mustakim kepada Radar Surabaya, Selasa (2/7).
Menurutnya ada tiga sekolah di Surabaya yang paling banyak diburu pendaftar.
"Yakni SMAN 5 Surabaya, SMAN 2 Surabaya dan SMAN 15 Surabaya," ujar Mustakim.
Mustakim menyebutkan secara umum tidak ada kendala teknis pada sistem zonasi.
Menurutnya kebanyakan masyarakat menanyakan melalui call center dan helpdesk terkait pemenuhan pagu.
"Pemenuhan pagu adalah diperuntukkan bagi Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang memilih di sekolah tujuan dan belum diterima disekolah yang lain, diperingkat berdasarkan jarak terdekat dan secara sistem. Untuk melihat pemenuhan pagu bisa di web ppdbjatimprov.go.id," terangnya.
Lebih lanjut Mustakim mengatakan kebanyakan masyarakat masih bingung terkait zonasi sebaran.
Menurutnya zonasi sebaran adalah dengan kuota 20 persen dari daya tampung tiap sekolah dan dibagi rata untuk desa/kelurahan yang ada dalam sekolah tersebut.
Terpisah, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan proses PPDB 2024 sudah disosialisasikan di masing-masing wilayah.
Pihaknya mengungkapkan pentingnya pemahaman bahwa orang tua murid memiliki beragam latar belakang dan kemampuan, yang dapat mempengaruhi cara mereka memahami suatu hal, termasuk proses PPDB.
“Tidak semua orang tua murid mempunyai pemahaman yang sama karena persoalan latar belakang dan kemampuannya,” jelasnya.
Saat ditanya perihal banyaknya wali murid yang belum memahami aturan PPDB 2024, Adhy mengaku bakal mengevaluasi proses PPDB 2024.
"Tentu kita akan evaluasi setelah PPDB selesai," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa