Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Mulai Panas, Kapan Musim Kemarau Datang? Berikut Penjelasan BMKG

Mus Purmadani • Kamis, 21 Maret 2024 | 17:40 WIB
MULAI PANAS: Hujan mulai jarang turun di Kota Surabaya. Sebaliknya, siang mulai terasa panas menyengat. (NOFILAWATI ANISA/RADAR SURABAYA)
MULAI PANAS: Hujan mulai jarang turun di Kota Surabaya. Sebaliknya, siang mulai terasa panas menyengat. (NOFILAWATI ANISA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Cuaca di sejumlah daerah di Jawa Timur mulai menunjukkan peralihan.

Yaitu dari musim penghujan menuju ke musim kemarau.

Saat ini, hujan masih turun walaupun intensitasnya sudah tidak terlalu sering.

Di Surabaya, hujan turun hanya di malam hari.

Itu pun berlangsung tak terlalu lama.

Sementara jika siang hari, cuaca sudah mulai panas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Klas II Jawa Timur memprediksi wilayah Jatim akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei mendatang.

BMKG dan beberapa lembaga meteorologi dunia memprediksi bahwa kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) berpotensi menuju La Nina pada pertengahan hingga akhir tahun.

Angin Monsun Timuran mulai memasuki wilayah Jawa mulai bulan April dengan intensitas seperti normalnya.

Dari total 74 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur sebanyak 48 ZOM (64,9 persen) diprediksi memasuki musim kemarau 2024 pada bulan Mei.

Sedangkan 20 ZOM (27,0 persen) pada bulan April dan 6 ZOM (8,1 persen) pada Juni.

Sedangkan ZOM 328, 329 dan ZOM 334 ini diprediksi memasuki musim kemarau paling awal pada dasarian I bulan April yang meliputi bagian utara Situbondo; bagian utara Bondowoso dan sebagian Situbondo; dan bagian timur Banyuwangi.

ZOM 348 dan ZOM 349 diprediksi paling akhir memasuki musim kemarau pada dasarian II bulan Juni yang meliputi Kepulauan Masalembu, Sumenep dan Kepulauan Bawean.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Klas II Jawa Timur, Anung Suprayitno, menyampaikan awal musim kemarau jika dibandingkan dengan normalnya (1991 – 2020) diprediksi 43 ZOM (58,1 persen) mundur, 20 ZOM (27,0 persen) sama, dan 11 ZOM (14,9 persen) maju.

"Puncak Musim Kemarau 2024 diprediksi dominan terjadi pada bulan Agustus 2024," ujar Anung.

Untuk sifat hujan di musim kemarau 2024 diprediksi normal.

Meliputi 37 ZOM (50 persen), atas normal meliputi 34 ZOM (46 persen) dan bawah normal meliputi 3 ZOM (4 persen).

Curah hujan selama musim kemarau 2024 diprediksi berkisar antara 100 mm hingga lebih dari 500 mm.

"Melihat hal tersebut, BMKG Klas II Jawa Timur merekomendasikan kepada masyarakat bahwa perlu ada antisipasi daerah dengan sifat hujan Atas Normal (AN) untuk komoditas yang sensitif terhadap curah hujan terutama komoditas hortikultura, tembakau, dan garam,” jelas Anang.

Selain itu, dalam mengoperasikan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam rangka pemenuhan tinggi muka air waduk sebagai dampak El Nino 2023, dapat dilaksanakan menjelang musim kemarau 2024 dan menjelang musim hujan 2024/2025. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#musim penghujan #BMKG #prediksi cuaca #Musim Kemarau