RADAR SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Erwin Astha Triyono mengatakan salah satu cara mencegah stunting adalah dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, bukan sekadar makanan enak.
Erwin menuturkan, makanan yang sehat tidak berbeda dengan makanan sehari hari.
"Jadi ada karbohidratnya, ada sayurnya, ada proteinnya, ada buahnya. Yang dalam bentuk istilahnya adalah Isi Piringku itu. Itu yang kita harapkan," ujarnya, Rabu (7/2).
Secara umum, "Isi Piringku" menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring.
Yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.
Kampanye "Isi Piringku" juga menekankan untuk membatasi gula, garam, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari.
Dalam perkembangan ilmu gizi yang baru, pedoman "4 Sehat 5 Sempurna" berubah menjadi pedoman gizi seimbang yang terdiri dari 10 pesan tentang menjaga gizi.
Dari 10 pesan tersebut, dikelompokkan lagi menjadi empat pesan pokok.
Yakni pola makan gizi seimbang, minum air putih yang cukup, aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, dan mengukur tinggi dan berat badan yang sesuai untuk mengetahui kondisi tubuh.
Selain diagram "Isi Piringku" yang telah disebutkan, kampanye tersebut juga menekankan empat hal penting lainnya yaitu cuci tangan sebelum makan, aktivitas fisik yang cukup, minum air putih cukup, dan memantau tinggi badan dan berat badan.
Masalahnya saat ini adalah, lanjut Erwin, masih soal makanan yang diklaim enak namun dinilai kurang sehat.
Tetapi lebih menarik masyarakat, khususnya anak anak dalam masa pertumbuhan dan juga kaum millenial.
"Kenapa kita juga fokuskan kepada kaum milenial, karena gimanapun isu stunting itu gak lepas dari gimana kita mempromosikan makanan sehat kepada anak anak remaja kita," jelasnya.
Sementara Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur Maria Ernawati mengatakan target prevalensi stunting nasional 14 persen di tahun 2024 ini.
"Sedangkan di Jawa Timur Gubernur Jatim Ibu Khofifah menargetkan 13 persen," katanya.
Menurutnya target prevalensi stunting tahun 2023 yakni 16 persen.
Sedangkan realisasi angka prevalensi stunting di Jatim tahun 2022 kemarin sebesar 19,2 persen. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa