SURABAYA - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan survei pergerakan mudik yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan RI menyebutkan bahwa Jatim menduduki peringkat 1 dengan total prediksi pergerakan masyarakat pada libur natal dan tahun baru (nataru).
Dimana, arus keluar wilayah Jatim sebesar 17,54 juta orang atau naik 16,30 persen. Sedangkan untuk jumlah pemudik yang melakukan perjalanan menuju ke Jatim sebanyak 16,3 juta orang atau naik sekitar 15,10 persen.
"Untuk wilayah tujuan pergerakan masyarakat terbanyak yakni ke wilayah Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu," kata Adhy, Minggu (17/12).
Meskipun terjadi kenaikan pemudik dari dan keluar Jatim, Adhy mengaku optimis seluruh jajaran Forkopimda Jatim dapat mengatasi hal tersebut.
"Tahun ini jumlah wisatawan yang masuk ke Jatim akan jauh lebih banyak. Ada sekitar 30 persen pergerakan masyarakat dari dan keluar Jatim. Tapi kami yakin dengan sinergitas dan kolaborasi bersama kita bisa atasi ini, khususnya dalam melakukan pencegahan dan pengawasan titik kerawanan," katanya.
Tak hanya itu, Adhy juga menyinggung terkait pengamanan perayaan natal tahun ini. Ditambah lagi, Surabaya dipilih sebagai tuan rumah perayaan natal nasional yang rencananya akan dilakukan pada 27 Desember mendatang.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, beberapa gereja di Surabaya pernah menjadi sasaran penyerangan kelompok terorisme. Oleh karenanya ia berpesan, agar pengawasan dan pengamanan di gereja-gereja perlu diperkuat dan diperketat lagi.
"Ini juga perlu diperhatikan. Kita ingin memberikan perlindungan dan kenyamanan kepada saudara-saudara kita yang akan melakukan ibadah natal dan tahun baru," katanya.
Adhy menyampaikan dalam pengamanan Nataru kali ini, wajib memperhatikan sinergitas dan kolaborasi antar seluruh stakeholder terkait sehingga pengontrolan pengamanan mudah dilakukan.
Pemprov Jatim, kata Sekda Adhy, telah berkoordinasi dengan beberapa instansi dalam membantu pengamanan nataru kali ini.
"Ibu gubernur berpesan agar seluruh proses operasi Lilin Semeru tahun ini, dapat terkontrol dengan baik. Para bupati dan walikota juga harus melakukan monitoring di lapangan. Jadi mohon untuk bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam operasi lilin semeru ini," kata Adhy
"Kami sendiri dari provinsi juga telah menginstruksikan kepada Bakesbangpol, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinkes, Dinsos untuk bergabung dalam operasi Lilin semeru," tambahnya.
Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menyampaikan, pihaknya akan menurunkan sekitar 13.034 personel pengamanan.
Adapun titik-titik pengamanan akan dilakukan pada gereja, terminal, pelabuhan, bandara serta beberapa lokasi yang diidentifikasi menjadi lokasi yang rawan.
"Pengamanan natal, ada 7 gereja yang menjadi sasaran teror baik di Surabaya, Mojokerto. Lokasi-lokasi ini yang kita perketat pengamanannya, sehingga saudara-saudara kita yang nasrani dapat beribadah dengan tenang dan nyaman," katanya
Lebih lanjut ia menjelaskan, operasi Lilin Semeru akan dilakukan pada 22 Desember 2023 mendatang. Pembukaan pos jaga di setiap titik telah dilakukan. Secara total, ada sekitar 243 pos pengamanan yang disediakan, 42 pos pelayanan dan pos terpadu sebanyak 9 pos.
Kepada setiap personel yang bertugas, ia berpesan untuk melayani dengan ramah dan memberikan setiap informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Tampil sehumanis mungkin dan semanis mungkin. Terutama di pos pelayanan, pelayan yang diberikan ramah dan berikan layanan terbaik kepada masyarakat selama nataru ini," katanya. (mus/jay)
Editor : Jay Wijayanto