Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BPBD Peringatkan Tujuh Sungai di Jatim Rawan Meluap

Administrator • Jumat, 12 November 2021 | 18:25 WIB
LANGGANAN BANJIR: Luapan Kali Lamong merendam sejumlah kawasan di Gresik. (ANTARA)
LANGGANAN BANJIR: Luapan Kali Lamong merendam sejumlah kawasan di Gresik. (ANTARA)
SURABAYA – Kepala Bidang Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Sriyono menyebut ada tujuh sungai menjadi perhatian khusus karena rawan meluap. Pihaknya telah memasang early warning system (EWS) pada sungai-sungai yang rawan banjir itu.

“Kami juga mengimbau warga yang bertempat tinggal di dekat aliran sungai untuk waspada cuaca ekstrem,” ujarnya.

Tujuh sungai yang rawan meluap itu meliputi Kali Bengawan Solo, Kali Girindalu, Kali Lamong, dan Kali Lorog. Daerah aliran sungai ini melewati beberapa kabupaten seperti Ponorogo, Pacitan, Madiun, Ngawi, Bojonegoro, Magetan, Tuban, Lamongan, Gresik.

Kemudian di Sungai Welang Rejoso yang melewati dua kabupaten, yakni Pasuruan dan Probolinggo. Di wilayah Sungai Welang Rejoso terdapat 36 DAS. Lalu di wilayah Sungai Madura yang mencakup Bangkalan, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan. Di wilayah Sungai Madura ini terdapat 68 DAS.

Selanjutnya di wilayah Sungai Pekalen Sampean yang mencakup Situbondo dan Bondowoso. Di wilayah sungai ini, terdapat 36 DAS. Di wilayah Sungai Brantas mencakup 10 daerah mulai dari Malang, Blitar, Kediri, Mojokerto, Sidoarjo, Kota Batu, Trenggalek, Tulungagung, Jombang, dan Nganjuk. Ada 40 DAS di kawasan Sungai Brantas.

Selanjutnya di wilayah Sungai Bondoyudo Bedadung yang mencakup Lumajang dan Jember. Di sini ada 13 DAS yang rawan menyebabkan banjir dampak perubahan iklim. Dan terakhir, di wilayah Sungai Baru Bajulmati yang mencakup Banyuwangi, Situbondo, serta sebagian wilayah Bondowoso.

“Kami juga menyiapkan peralatan di BPBD kabupaten/kota jika sewaktu-waktu bencana banjir atau longsor terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, BMKG Juanda Surabaya mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai fenomena La Nina. Fenomena ini berdampak pada terjadinya cuaca ekstrem, seperti angin kencang, hujan lebat hingga puting beliung.

Kepala Stasiun BMKG Juanda mengatakan Taufiq Hermawan mengatakan sebagian besar wilayah Jawa Timur sedang mengalami periode transisi atau peralihan musim, dari musim kemarau ke musim hujan.

Sedangkan kondisi iklim dan cuaca terkini dengan prediksi terjadinya fenomena La Nina menyebabkan meningkatnya suhu muka laut dengan intensitas lemah ke sedang, yang mengakibatkan peningkatan curah hujan antara 20 hingga 70 persen di atas normalnya pada akhir tahun 2021.

“Maka, perlu diwaspadai bersama potensi terjadinya cuaca ekstrem yang akan muncul, seperti angin kencang, hujan lebat dan angin puting beliung,” katanya. (mus/rek) Editor : Administrator
#banjir di jatim #Sungai Rawan Meluap #BPBD Jatim