Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dindik Jatim Kembangkan Alat Terapi Penguapan Bagi Pasien Covid-19

Administrator • Kamis, 29 Juli 2021 | 19:31 WIB
Dindik Jatim Kembangkan Alat Terapi Penguapan Bagi Pasien Covid-19
Dindik Jatim Kembangkan Alat Terapi Penguapan Bagi Pasien Covid-19

SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik)  Jatim terus melakukan inovasi dalam penanganan Covid-19 Jatim. Melalui UPT Pengembangan Teknis Keterampilan Kejuruan (PTKK) Dindik Jatim mengembangkan alat terapi penguapan indera penciuman dan perasa bagi pasien Covid-19.


“Meski masih dalam tahap ujicoba, kami berharap alat terapi penguapan kedepan bisa bermanfaat dan membantu pasien Covid-19 ataupun masyarakat luas.  Karena alat terapi penguapan menggunakan bahan-bahan herbal. Saat ini masih dalam tahap pengerjaan pengembangan inovasi, jadi masih kita proses terus,” ujar Kepala Dindik Jatim Wahid Wahyudi.


Sementara itu Kepala UPT PTKK Dindik Jatim Wahyu Suryo Herminoko menambahkan alat terapi penguapan ini dibuat untuk membantu masyarakat terbebas dari gejala Covid-19. Menurutnya  terapi alat penguapan ini sebenarnya bisa dibuat sendiri oleh masyarakat, meski dengan cara yang sederhana.  “Kita gunakan modifikasi untuk alat terapi ini. Bahan-bahan kita gunakan rempah-rempah jadi masyarakat yang ingin mencoba membuatnya,  bisa dengan direbus dirumah sampe menguap, uap nya itu yang nanti bisa dihirup perlahan,” jelasnya.


Bahan rempah yang digunakan diantaranya, daun minyak kayu putih yang dibuang pucuknya, daun sirih temuros,  bunga kenanga,  daun cengkeh kering,  dan jahe yang diambil kulitnya. Selanjutnya,  semua bahan dicampur kedalam panci yang berisi air, tunggu hingga proses penyulingan dan terapi uap kemudian bisa dihirup secara perlahan.  “Dengan temuan seperti ini, setidaknya bisa untuk menghilangkan kekhawatiran yang berlebih akan Covid-19. Karena gejala awal hilang indra penciuman dan perasa.  Mudah-mudahan ini bisa membantu,” tutur Narko, sapaan akrabnya.


Narko menambahkan terapi penguapan bisa dilakukan selama 15 menit dengan jarak 10 cm.  Sedangkan alat terapi sendiri bisa bekerja hingga 5 jam untuk penguapan meski dalam kondisi kompor mati.  Menurutnya ini masih ujicoba dan akan dikembangkan kran penguapan dengan menyesuikan tinggi badan pengguna secara otomatis.


Alat yang menghabiskan dana sekitar Rp 2,5 juta ini dikerjakan selama 3 hari dan telah diuji coba ke beberapa orang yang bergejala.  “Pernah ada yang bergejala, mkemudian mencoba menggunakan alat ini selama satu hari penuh. Awalnya hilang indra penciuman.  Kemudian setelah pakai alat ini, perlahan bisa pulih kembali,” katanya. 


Selain pembuatan alat terapi penguapan ini, Narko menyarankan agar masyarakat juga mengonsumsi ramuan rempah-rempah untuk meningkatkan daya tahan tubuh.  Ramuan yang terdiri dari daun mint,  jahe merah,  kunyit, jinten hitam, kayu manis dan jeruk lemon ini juga bisa dibuat sendiri untuk melegakan tenggorokan dan meningkatkan kebugaran tubuh. (mus)


Editor : Administrator