SURABAYA-Harga cabai rawit di Jawa Timur mulai turun. Dari Rp 150 ribu hingga Rp 170 ribu kini jadi Rp 100 ribu per kilogram. Angka ini diketahui setelah Satgas Pangan Jatim menggelar monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Keputran Surabaya, Rabu (17/3) malam.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan mengatakan, rata-rata harga cabai rawit di Surabaya mencapai Rp 117 ribu per kilogram. "Masuknya musim hujan ditengarai menjadi penyebab utamanya. Curah hujan yang tinggi menyebabkan daerah sentra penghasil komoditas cabai rawit gagal panen sehingga ketersediaan berkurang," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan.
Drajat mengatakan, cuaca yang ekstrem memang sulit diprediksi. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar potensi luas tanam cabai rawit dan cabai merah besar di Jatim segera stabil. “Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan bunga dan buah rontok. Kemudian ada hama thrips yang menyebabkan daun keriting, serangan antraknosa, dan lalat buah,” katanya
Selain curah hujan yang tinggi, beberapa sentra yang berada di dataran tinggi seperti di Kediri, Blitar, Malang, Tuban, Mojokerto, dan sebagian Banyuwangi mengalami serangan hama dan penyakit. Drajat optimistis harga cabai rawit akan kembali normal seiring dengan berkurangnya curah hujan. “Ini biasanya tidak lama. Sebentar lagi biasanya ada beberapa daerah hujannya agak rendah mungkin bisa mulai panen,” ungkapnya. (mus/rek)
Editor : Administrator