Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Bebas Zona Merah, 53 Kelurahan Nol Kasus

Administrator • Sabtu, 13 Februari 2021 | 23:25 WIB
Surabaya Bebas Zona Merah, 53 Kelurahan Nol Kasus
Surabaya Bebas Zona Merah, 53 Kelurahan Nol Kasus

SURABAYA-Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Surabaya, angka Covid-19 di Surabaya berangsur menurun. Bahkan Pemkot Surabaya mengklaim hampir seluruh kawasan di Surabaya yang tidak masuk dalam status zona merah. 


Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, saat ini kondisi RT/RW di Kota Pahlawan dinyatakan tidak ada yang zona merah. Sebab, rata-rata setiap RT/RW hanya ada satu pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.


Sehingga, yang banyak hanya zona kuning atau bahkan sudah zona hijau. Perbandingannya mencapai 60 hingga 40 persen. "Tidak ada zona merah untuk tingkat RT. Dari basis PPKM mikro tingkat RT di Surabaya, adanya zona hijau dan kuning," katanya. 


Namun demikian, dia memastikan akan terus memperketat penerapan prokes agar ke depan seluruh wilayah di Surabaya menjadi zona hijau. “Makanya ada perbedaan perketatan di Surat Edaran (SE) dari wali kota yang dikeluarkan hanya mengenal zona merah," tegasnya.


Oleh karena itu, saat PPKM mikro, pria yang akrab disapa WS itu meminta seluruh kawasan agar lebih masif dalam melakukan pembatasan agar covid-19 terus ditekan. Apalagi dalam PPKM mikro terdapat posko yang semua informasi akan tersentral mulai dari lokasi terdekat rumah sakit, jumlah bed rumah sakit, hingga informasi tentang PMI apabila ada yang membutuhkan donor darah. 


"Di seluruh kelurahan sudah siap semua. Kalau posko itu sesuai Instruksi Mendagri nomor 3 ada di tingkat kelurahan. Agar semua informasi mulai rumah sakit hingga PMI bisa terupdate semua," katanya.


Selain itu, WS menyebut hingga saat ini ada ada 53 kelurahan yang tidak memiliki kasus aktif. Harapannya, 154 kelurahan se-Surabaya segera menyusul nol Covid. "Kita target seluruh kelurahan nol kasus. Kita pernah nembus sampai 105 kelurahan nol kasus dulu," jelasnya.


Berdasarkan data yang dihimpun di peta penyebaran lawancovid-19.surabaya.go.id terdapat 53 Kelurahan yang tidak ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yakni Kelurahan Putat Gede, Sukomanunggal, Balongsari, Genting Kalianak, Tambak Sarioso, Romokalisari, Tambakoso Wilangun, Pakal, Sumberejo, dan Benowo.


Kemudian di Bangkingan, Sumurwelut, Sambikerep, Kapasari, Genteng, Ketabang, Embong Kaliasin, Kedungdoro, Dr. Soetomo, Keputran, Tembok Dukuh, Jepara, Alun-alun Contong, Bubutan, Simokerto, Simolawang, Sidodadi, Perak timur, Nyamplungan, Pegirian, Sidotopo, Ampel dan Krembangan Selatan.


Berikutnya di Dupak, Morokrembangan, Kedungcowek, Sukolilo Baru, Rangkah, Tambaksari, Kertajaya, Airlangga, Tenggilis Mejoyo, Rungkut Menanggal, Rungkut Tengah, Klampis Ngasem, Gebang Putih, Medokan Semampir, Wonokromo, Waru Gunung, Karang Pilang, Jemur Wonosari, Sidosermo, dan Siwalankerto.


Namun menurut WS, kawasan Tandes dan Rungkut, masih rawan Covid dikarenakan banyaknya yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Kecamatan Rungkut ini di Kelurahan Kali Rungkut yang agak besar (yang positif). Itu pun satu kelurahan hanya enam yang saya katakan besar itu tersebar di empat RW. Jadi, satu RT rata-rata satu atau nol. Sedangkan di Kecamatan Tandes ada 16 pasien," katanya.


Sementara itu, Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan dalam PPKM Mikro ini, pemkot memasang indikator ketat. Sebab, pemkot tak mau kecolongan. "Pemkot sudah menetapkan indikator zona itu diatur lebih ketat dari ketentuan pusat. Misalnya, zona merah tak perlu menunggu ada 10 kasus Covid-19," katanya.


Irvan menjelaskan jika dalam satu wilayah ada dua kasus, Pemkot sudah menganggap zona merah. Sehingga praktis penanganan akan dilakukan secara ketat. "Untuk menumbuhkan semacam awareness bagi warga di lingkungan itu untuk sama-sama waspada," pungkasnya. (rmt/jay)


Editor : Administrator
#pemkot surabaya